Senin,
9 Juli 2012. Tepatnya malam hari pukul 20.00 WIB, kami menginjakan kaki di kota
Solo. Kota teramah keadua setelah Yogyakarta, itu hanya sedikit penilaian saya
yang baru dua kali berkunjung. Kami berhenti di sebuah lahan kosong yang cukup
luas, ternyata itu sengaja dimanfaatkan untuk tempat parkir baik kendaraan
pribadi maupun bus. Lokasinya berada di tepat di depan Pusat Grosir Solo atau
yang biasa dikenal dengan PGS. Tak jauh dari pusat kotanya yang berada di
sepanjang jalan Slamet Riyadi.
Mengamati
kegiatan Solo diwaktu malam adalah sebuah pengalaman baru di kota yang juga
mempunyai raja ini. Setelah keluar dari tempat parkir bus kami langsung
disuguhi sebuah lapak-lapak pedagang makanan yang digelar sepanjang jalan,
bahkan jalan itu di tutup khusus untuk kegiatan ini. Bukan sedang ada festival
makanan atau apa melainkan ini merupakan kegiatan malam yang pasti ada di kota
Solo. Langkah saya lanjutkan ke alun-alaun yang berada tak jauh dari tempat
pusat makanan malam Solo. Awalnya saya pikir akan seramai alun-alun Jogja,
namun setalah memasuki gerbang utama hanya hamparan lahan tanpa ada kehidupan
manusia yang mengisi kehampaan tersebut. Lampu kuning pekat yang hanya menyala
menerangi segelintir penjaja makanan mulai dari pedagang wedang jahe, wedang ronde,
dan kerak telor selebihnya diisi kesunyian malam kota Solo. Mungkin ini karena
belum waktunya libur anak sekolah sehingga tidak ada aktivitas berarti. Namun
beberapa bulan yang lalu ketika saya mengunjungi alun-alun ini sangat berbeda,
sesak akan manusia yang sedang ikut meramaikan kegiatan sekaten. Mungkin
kesunyian malamlah yang saya dapat dari kota Solo untuk malam ini.
Solo Baru, Surakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar