(Foto KKL 1 - Kelompok D2)
Dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan 1 (KKL 1) Mandiri yang menjadi salah satu mata kuliah wajib yang harus diampu oleh seluruh mahasiswa Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada di semester kedua ini, kelompok kami berkesempatan unuk mengenal dan memahami Gunung Api Purba Nglanggeran secara lebih mendalam lagi, terutama mengenai pengenalan bentang lahannya. Dan objek yang menjadi pengamatan kami adalah Gunung Api Purba Nglanggeran itu sendiri.
Nglanggeran merupakan salah satu
wilayah gunung api purba yang terdapat di wilayah Baturagung, Bantul, DIY. Gunung
Api Purba Nglanggeran pada ketinggian 649 mdpl. Umur gunung api purba ini
diperkiraan hampir sama dengan gunung api purba lain, seperti Gunung Api Purba
Parangtritis, Gunung Api Purba Gadjah Mungkur dan lain-lain. Gunung Api purba ini tak lagi aktif dan hanya
menyisakan batu-batu besar hasil muntahanannya beberapa juta tahun silam.
Berdasarkan pengamatan
bentanglahan yang ada, yaitu terdiri dari bongkahan-bongkahan batu raksasa
hasil muntahan gunung api purba, pemukiman penduduk di sini mempunyai pola
mengelompok. Hal ini karena topografi di daerah ini sangat sedikit yang datar.
Batuan yang berada di kompleks Gunung Api Purba Nglanggreran adalah batuan
breksi gunung api, sesuai dengan asal usulnya yaitu gunung api. Tanahnya pun tergolong
subur. Hal tersebut lebih dikarenakan bentuklahan yang terdapat pada wilayah
Nglanggeran merupakan betuklahan vulkanik, terjadi akibat dari aktifitas magma
baik di dalam bumi yang bergerak menuju ke permukaan.
Dan hal itu dimanfaatkan menjadi
salah satu bentuk mata pencaharian masyarakatnya, sebagian besar adalah petani
yang masih mengandalkan sistem sawah tadah hujan. Selain itu, disisi lain
perbukitan dimanfaatkan sebagai kebun Kakao. Dan kesemuanya dijadikan bahan
pemenuh kubutuhan hidup masyarakatnya. Berbagai macam hewanpun ditemukan di
sini, seperti monyet, macan hutan, serangga dan lain-lain begitu juga berbagai
vegetasi yang tumbuh juga sangat bervariasi.
Semuanya bermuara pada rasa yang
sama dan mungkin inilah yang dinamakan asmara di Gunung Api Purba Nglanggeran,
sebuah rasa ingin kembali mengunjungi perbukitan yang selain terdapat banyak
hal didalamnya juga menawarkan sebuah panorama alam, lukisan khas Sang pemilik
hidup. Yang menghasilkan sebuah suasana nan nyaman, senyaman Daerah Istimewa
Yogyakarta. Dan semoga nantinya keadaan yang sama dapat tetap terjaga, hingga
kelak dimasa yang akan datang kami dapat kembali untuk mengenang asmara dari
sebuah Gunung Api Purba Nglanggeran.
Yogyakarta, 26 Mei 2012
_G I E_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar