Selasa, 29 Mei 2012

Asmara di Gunung Api Purba Nglanggeran


(Foto KKL 1 - Kelompok D2)

             Dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan 1 (KKL 1) Mandiri yang menjadi salah satu mata kuliah wajib yang harus diampu oleh seluruh mahasiswa Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada di semester kedua ini, kelompok kami berkesempatan unuk mengenal dan memahami Gunung Api Purba Nglanggeran secara lebih mendalam lagi, terutama mengenai pengenalan bentang lahannya. Dan objek yang menjadi pengamatan kami adalah Gunung Api Purba Nglanggeran itu sendiri.
            Nglanggeran merupakan salah satu wilayah gunung api purba yang terdapat di wilayah Baturagung, Bantul, DIY. Gunung Api Purba Nglanggeran pada ketinggian 649 mdpl. Umur gunung api purba ini diperkiraan hampir sama dengan gunung api purba lain, seperti Gunung Api Purba Parangtritis, Gunung Api Purba Gadjah Mungkur dan lain-lain. Gunung Api purba ini tak lagi aktif dan hanya menyisakan batu-batu besar hasil muntahanannya beberapa juta tahun silam.
                        Berdasarkan pengamatan bentanglahan yang ada, yaitu terdiri dari bongkahan-bongkahan batu raksasa hasil muntahan gunung api purba, pemukiman penduduk di sini mempunyai pola mengelompok. Hal ini karena topografi di daerah ini sangat sedikit yang datar. Batuan yang berada di kompleks Gunung Api Purba Nglanggreran adalah batuan breksi gunung api, sesuai dengan asal usulnya yaitu gunung api. Tanahnya pun tergolong subur. Hal tersebut lebih dikarenakan bentuklahan yang terdapat pada wilayah Nglanggeran merupakan betuklahan vulkanik, terjadi akibat dari aktifitas magma baik di dalam bumi yang bergerak menuju ke permukaan.
            Dan hal itu dimanfaatkan menjadi salah satu bentuk mata pencaharian masyarakatnya, sebagian besar adalah petani yang masih mengandalkan sistem sawah tadah hujan. Selain itu, disisi lain perbukitan dimanfaatkan sebagai kebun Kakao. Dan kesemuanya dijadikan bahan pemenuh kubutuhan hidup masyarakatnya. Berbagai macam hewanpun ditemukan di sini, seperti monyet, macan hutan, serangga dan lain-lain begitu juga berbagai vegetasi yang tumbuh juga sangat bervariasi.
            Semuanya bermuara pada rasa yang sama dan mungkin inilah yang dinamakan asmara di Gunung Api Purba Nglanggeran, sebuah rasa ingin kembali mengunjungi perbukitan yang selain terdapat banyak hal didalamnya juga menawarkan sebuah panorama alam, lukisan khas Sang pemilik hidup. Yang menghasilkan sebuah suasana nan nyaman, senyaman Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan semoga nantinya keadaan yang sama dapat tetap terjaga, hingga kelak dimasa yang akan datang kami dapat kembali untuk mengenang asmara dari sebuah Gunung Api Purba Nglanggeran.

          Yogyakarta, 26 Mei 2012
                        _G I E_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar