S
|
ebenarnya niat untuk menulis hal
ini sudah ada sejak lama, mungkin karena beberapa hal sehingga baru saat ini
saya sempat menuliskannya. Coretan ini sejujurnya bukan ingin bermaksud apa²,
sekedar penilaian sekilas saja, jujur dan tentunya apa adanya tanpa tambahan
apapun kok, intinya natural datang dari pemikiran jernih pribadi saya. Karena
saya pikir menliai kalian dari berbagai sisi dan aspek adalah hal yang menarik
dan alasan yang menguatkan lainnya yakni karena saya rasa kalian sudah menjadi
bagian dari perjalanan saya selama hampir 2 semester di kampus Geografi. Sebuah
tempat penampung mahasiswa (baca: saya) yang tersesat, tapi mungkin ini pula
jalan dari-Nya yang kemudian mempertemukan kita dalam sebuah ukhuwah. Dan
semoga berawal dari kampus ini, kita nantinya bisa melejit bak kereta Shinkansen yang kemudian menjadi sebuah
moda transportasi yang menjadi jalan keluar bagi permasalahan mobilitas warga
Jepang dan semoga layaknya kereta tersebut kita mampu membawa perbaikan bagi
Ibu pertiwi tercinta ini.
Banyak
hal yang sudah dilalui bersama kalian, semua berawal dari Open Recruitmen BEM
KM FGE, kemudian entah apa yang membuat kita terkumpul dalam sebuah departemen
atau mungkin memang ini sudah dituliskan-Nya. Wallahu’alam. Semua berjalan begitu cepat hingga kita saat ini
sudah berada dipertengahan kepengurusan. Rapat, diskusi, obrolan, sharing, dan
berbagai kegiatan lainnya seolah tak menjadi beban bahkan mungkin malah menjadi
obat penawar ditengah kepadatan kuliah dan kepenatan praktikum. Satu hal yang
membuat nyaman yakni gelak tawa dan senyum tulus kalian yang selalu
terpancarkan itulah, dan mungkin itulah insulin alamiah yang pernah ada. Semoga
kisah ini akan tetap terkenang hingga raga mencapai batasnya, meski mungkin
nantinya kalian akan menjadi sosok luar biasa dan saya harap kalian tetap
menjadi apa yang saya kenal.
Faishalia
Asta Rasyadi atau lebih akrab dengan Ais. Awal sya tahu dan
sekadar kenal pada saat pertama kali ada pertemuan seluruh anggota baru BEM KM
FGE tepatnya digedung Balairung. Meski itu sudah hampir satu semester namun sya
memang baru benar-benar tahu. Dari sejak awal memang sudah bisa dipastikan kalo
cwe yg satu ini tipikal yg ceriwis, itu pandangan pertama sya. Selain itu
ternyata tipe yg supel, humble, dan
salah satu perpustakaan yang menjadi langganan sya tuk sekadar mengikuti rilis
terbaru buku². Satu kalimat yang paling sya ingat yakni, “..yaudah si Gil..”,
itu adalah kalimat wajib yg pasti keluar saat mempertahankan apa yg sya
tentang. Partner yang paling mampu mengerti dan sosok pekerja keras. Dan yg
paling aneh, sampai saat ini dia nda mau kalo dibilang “gendut” atau apalah,
aneh kan? Dan yang paling buruknya kalo dah tidur apapun jadi ilang dalam
sekejap, entah itu ada tugas, janji, dan rapat. Cwe yg pingin jadi ahli
geografi ini punya cita² bsa kuliah di Jerman, smoga itu bsa tercapai. Dan yg
terakhir, kita emang pengkhayal kelas wahid, sampai² kita sepakat buat
berkunjung ke Bunaken, tempat diving
terindah yg pernah ada di tanah para pahlawan ini, smoga ditahun 2018 bisa
terwujud yak!
Tiara
Ayu Lestari. Meskipun satu prodi tapi sya jga nda bgitu tahu
ttg cwe yg satu ini, mngkin jga karna tipe sya yg nda bgtu peka dg cwe² di
kampus. Awal yg membuat sya tahu cwe yg satu ini yakni saat kita ujian
Pengantar Geologi, dimana ia berada pukul 2 atau skitar 17° dari arah depan
sya. Jujur sya dibuat tercengang dg langkahnya yg memutuskan keluar dari ruang
dmana sbagian yg lain sdang kewalahan dg soal yg super aneh mengenai umur
batuan yg diberiakn oleh bapak Djati, dengan santainya dia walk out. Luar
biasa! karna mngkin penasaran hingga akhirnya sya tahu kalo cwe walk out itu
adalah Ara. Salah satu cwe dari 21 anak rantau asli Bangka yg masuk ke kampus
ini di tahun 2011, mngkin sbagian yg lain memang studi ke luar seperti apa yg
ia kisahkan. Mungkin memang benar adanya menyoal pulau pemimpi itu. Diantara
cwe PSDM mngkin bsa dikatakan yg paling kalem, baik hati, mandiri, sante tapi
terkadang terkesan apatis, dan penyabar tentunya (buktinya Ara bsa bertahan di
seminar Anti-Korupsi @FEB yia ± 9 jam). Satu kata yg terkesan aneh bila
diucapnya mungkin ini bedanya antara lidah Bangka dan Jawa, “sekedap”, kata yg seharusnya punya kesan
halus dan alamiah berubah jadi aneh dan tanpa kesan, blank. Cwe yg satu ini fokus di bidang pariwisata dan pnya obsesi
buat kuliah di Australia, lalu balik ke Indonesia dan punya tempat pariwisata
sendiri dan bukan jadi Tour Guide
!! Amin,
Atika
Perwita Sari Putri. Kasus buat cwe ini hampir sama dengan Maray, sosok
yang pendiem, paling anteng, dan peredam suasana bising. Hingga akhirnya kami
nobatkan kedua cwe ini sebagai Pasangan Emas, kyak Tsubasa-Misaki. Gak bnyak
yang bisa saya nyatakan karena emang orangnya aja jarang bersua, mungkin emang
kalah saing kerasnya sama TOA. Tapi keseluruhan Tika ini tipe cwe baik² kok,
untuk mimpinya pun sya nda punya kisah darinya, tapi semoga dengan kuliah di PW
bisa membawa perubahan ke arah yg lebih baik buat dusun Kasihan.
Ica
Elismetika Komra. Sejak awal sebenarnya sya tahu sma cwe yg satu
ini, meskipun sekadar tahu, nama yang saya tahu awalnya Komra soalnya
kedengarannya asing aja buat orang Jawa. Kebetulan kita dulu satu klaster waktu
kegiatan fm2gm tapi tetep aja sya sendiri nda “ngeh”. Kesan pertama kenal si
Komra yang kemudian lebih akrab dg panggilan Ica yakni nggak kalah ceriwisnya
sama si Ais, mungkin mereka emang dah kaya Nakula-Sadewa, tokoh pewayangan yang
kembar, tapi menyoal ini mereka kembar ceriwisnya. Dan sejak itu sya lebih suka
mengenal mereka dengan Icis. Tapi cwe yang satu ini punya kemampuan yang luar
biasa dibanding yang lain yakni tingkat kamuflasenya yang sudah expert,
terkadang dia keluar aslinya tapi kalo lagi didepan orang banyak atau dengan orang
baru kelihatannya tuh diem&kalem, padahal sebenranya nda seperti itu, 180° terbalik.
Satu lagi yg khas dari cwe asli Palembang ini yakni suaranya yang menggelegar,
apalagi kalo lagi ketawa dan terkadang itu pula yg bikin kita malu kalo lagi
jalan. Mungkin Ica emang terlahir dengan gelombang suara diatas rata-rata,
bukan lagi audiosonik tapi ultrasonik, bunyi dengan frekuensi >20.000 Hz
setara kemampuannya lumba² atau kelelawar tapi versi cwe. Ini pula yang bikin
kami lebih mengenal Ica dengan sebutan TOA. Alat pengeras suara yg biasanya
dipake di Mushola atau Masjid "jaman doeloe". Sifat pada dasarnya baik, total
dalam segala hal, punya jiwa sosial tinggi (buktinya dia jadi anggota PSDM
yg paling rajin berkunjung ke desa mitra) dan yg nggak boleh ketinggalan yakni bawelnya.
Nda beda sama pasangannya (Ais), kalo udah tidur bakalan hibernasi deh, lupa dengan
segala janji dan kewajibannya. Mobilitas utamanya yakni dengan ojek cinta.nya (soalnya
setia banget si ojek.na) yg akan selalu mengantar kemana pun ia pergi, Rp
15.000/PP Kosan-Kampus, dan cwe yg satu ini bisa dikatakan jarang bahkan hampir
nda pernah yg namanya nyuci baju sendiri, Cwe Laundry, bukan males tapi alergi detergen salah satu alasan paling naïf.
Meskipun demikian Ica pnya mimpi kulaih di Jerman lho, tapi akhir² ini jadi
rada bimbang dengan adanya Couple Packet
(Pasutri gitu). Dan sebagai penutup, Ica merupakan cwe paling rentan galau
diantara PSDM’ers yg lain. Peace cak !
Maria
Ayu Rosita Dewi. Atau biasa disingkat Maray, entah siapa yg pertama
mengubah nama panggilan.na, tapi selama kami nyaman itu nda masalah dan mana
mungkin seorang Maray akan berontak. Saya kenal dan pertama kali tahu yia pada
saat masuk di BEM ini. Satu²nya anak KPJ di keluarga ini, tapi itu tak menjadi
benteng penghalang bagi kami. Cwe Kartasuro ini merupakan cwe paling anteng dan
diem serta sosok pemikir sejati, mungkin kalo dilombain ma anak Filsafat nda
kalah deh. Dia merupakan peredam kebisingan pada saat kami rapat, terkadang
xpresi atau celetuknya membuat kami tenang, entah itu karena yg keluar nda
sinkron, aneh, atau mungkin buah pemikiran yg bertolak belakang dg apa yang
kami bahas. Nda begitu banyak yg bisa sya kupas, hal ini mungkin karena kita
nda begitu sering kontak dan karena kesibukan masing²,mungkin. Ssst..Keep
silent!
Novan
Dwiky Adimas. Pertama kami bertemu yakni saat kegiatan fm2gm,
namun itu pun tak membuat kami lantas kenal mendalam, cukup tahu. Yang saya
tahu dari cwo yg biasa disapa dengan Pa’de ini yakni sifat dominan yg
terealisasi berupa total pada apa yang benar² ia sukai, jadi entah apapun itu
kalo ia nyaman maka kontribusinya pun akan maksimal. Pa’de merupakan penyelamat
sejenis superhero bagi saya pribadi dari kepenatan luar biasa
menghadapi wanita² yg aktifnya luar biasa di departeman ini, penyeimbang ketimpangan yang ada (1 :
6). Fotografer pribadi bagi PSDM dalam berbagai aktivitas dan kegiatan. Yang
saya tahu Pa’de punya cita jadi ahli Hidrologi, dan semoga nantinya bisa
mengembangkan perusahaan air minum agar tak ada lagi istilah “eksploitasi air”
dan kalo bisa mengalahkan keberadaan Aqua yg sudah mengakar ditanah pribumi
ini, buatlah perusahaan pesaing utamanya, sejenis ARAI (Air Murni Asli Indonesia),
agar rakyat mampu menikmati air asli dalam negeri hasil olah anak bangsa. (titip
mimpi de’) Be Hydrolog !
Alberta
Shendy Lamandau. Kami dipertemukan disebuah kepanitiaan PEMIRA
2012, jadi sie KSK. Awalnya saya jga nda begitu akrab dengan cwe asli Sampit
ini mungkin karena sifat kodratiyah yang melekat pada pribadi saya yg susah
dirubah. Jadi selama kepanitiaan yia biasa-biasa aja, wajar dan natural. Kami
akrab sejak masuk ke dalam keluarga super aneh ini, keluarga PSDM BEM KM FGE. Kesan
awal yang saya pahami Shendy merupakan tipikal pekerja keras dan hal itu memang
terbukti sampai saat ini, meskipun ia anak SIG-PJ yang sangat padat dengan
jadwal praktikum namun ia aktif pula dalam berbagai kepanitiaan baik tingkat
fakultas maupun universitas. Selain itu ia terkadang sangat keras dan perasa
dalam beberapa hal, meskipun pada akhirnya akan meleleh jg dengan kegilaan
kami. Namun apapun itu, ia tetap bagian dari keluarga ini. Ciri khas dari
Shendy yakni ketika diminta buat berpendapat pasti bakalan keluar kalimat, “..yia intinya gtu deh mas, ak bingung
neranginnya kayak gimana...”. Ia mempunyai angan nantinya mampu membangun
sebuah sanggar tari, mungkin karena basic
dirinya yg berjiwa seniman terutama seni tari. Saya rasa itu luar biasa,
apalagi ditengah keresahan bangsa yg mulai kehilangan jati diri terutama dari
bidang kesenian salah satunya tari, jadi jangan pernah berhenti untuk itu,
kalau bisa jadilah penari sekaliber Didi Nini Towok agar nantinya mampu berseru
pada dunia bahwa bangsa ini masih punya citra kebudayaan yang beragam. Semangat Shen!
Tria
Febriana Seli. Kalau sama cwe yg satu ini saya udah tahu sejak
lama, mungkin karena faktor Tria yg kenal Dita, jadi secara tidak langsung jga
kenal sya, tapi sya tahu ketika kami sama² masuk JMG sebelum bergabung di BEM
dan tentunya tahu yang sekadar tahu, lagi² masalah kodratiyah. Kesan pertama yg
muncul yakni Tria itu diem, nda banyak omong, dan cukup care. Hal yg sampe saat ini masih jadi pengganjal yakni dia tipikal
pedestrian sejati, itu yg terkadang
bikin sya iri. Kalimat yang paling wajib keluar yakni, “..yaudah gil, ak yang
salah..”, itu yg paling mengenang apalagi ditambah xpresinya yg pasrah kalah berdebat
dg sya dalam berbagai hal tentunya. Sosok SekBen yg banyak bermasalah dan
terkadang lupa bikin note hasil
rapat, yia mungkin itu Tria yg saya tahu. Namun dibalik semua itu, Ia merupakan
partner saya kala ada seminar, kuliah umum, atau apalah yg diisi oleh pembicara-pembicara nasional dan biasanya kami bertiga, Tria-Ara-sya, mungkin sebutan yg
pas buat kami yakni Trio Seminar. Pokoknya tiap ada seminar pasti ada kami,
apalagi kalau yg gratis. Cwe Lampung ini punya mimpi buat menghabisakan masa
studinya di Kampus Biru ini, UGM, dan terbang ke Jepang. Yang sya tau dia
pingin fokus dibidang Kepesisiran atau Perdesaan, smoga nantinya ilmu dan
kefokusan.mu bsa membawa perbaikan. Salam Kopi!
Latifatul
Khoiriyah. Awal sya kenal dengan cwe yang satu ini yakni saat
kita dapet tugas kelompok bikin penjelasan secara menyeluruh ttg Filiphina di
mata kuliah Georeg. Kenalnya pun seperti biasa, sekadar tau. Banyak tau tentang
Yaya ini yia dari kisah teman yg ternyata kakak kelasnya waktu d SMA dulu.
Kisahnya ttg bakat menulisnya yg udah nda diragukan lagi, dan emang itu bukan
sekadar tong kosong atau berita bualan semata, buktinya ia dah punya buku yang
dah diterbitin, meski isinya merupakan kumpulan tapi bagi kami itu sudah luar biasa,
setidaknya ide alamiah buah karyanya sudah mendapat apresiasi. Secara
keseluruhan Yaya merupakan cwe yg enak diajak kerjasama, tanggungjawab, dan
yang paling bijak diantara kami (baca: PSDM’ers) mungkin karena pengaruh dari
jiwanya yg udah terbentuk dengan untaian kalimat bijak yg keluar dari mulutnya
disetiap kata dan kalimat. Satu kalimat yang paling memantik yakni menyoal
status pribadi, “Bukan jomblo, melainkan independen”, sederhana tapi ngena,
tegas dan penuh makna. Meskipun kuliah di Geografi, ia punya mimpi bisa jadi penulis
sekaliber Tere Liye. Amin. Semoga nantinya melalui tulisan² itu mampu
memberikan sebuah karya sastra yang menjadi masterpiece dan mampu menggubah paradigma
pemuda Indonesia. Jadilah the next Tere Liye !









Tidak ada komentar:
Posting Komentar