Jumat, 10 Agustus 2012

Mereka (PSDM'ers) di mata saya!

S
ebenarnya niat untuk menulis hal ini sudah ada sejak lama, mungkin karena beberapa hal sehingga baru saat ini saya sempat menuliskannya. Coretan ini sejujurnya bukan ingin bermaksud apa², sekedar penilaian sekilas saja, jujur dan tentunya apa adanya tanpa tambahan apapun kok, intinya natural datang dari pemikiran jernih pribadi saya. Karena saya pikir menliai kalian dari berbagai sisi dan aspek adalah hal yang menarik dan alasan yang menguatkan lainnya yakni karena saya rasa kalian sudah menjadi bagian dari perjalanan saya selama hampir 2 semester di kampus Geografi. Sebuah tempat penampung mahasiswa (baca: saya) yang tersesat, tapi mungkin ini pula jalan dari-Nya yang kemudian mempertemukan kita dalam sebuah ukhuwah. Dan semoga berawal dari kampus ini, kita nantinya bisa melejit bak kereta Shinkansen yang kemudian menjadi sebuah moda transportasi yang menjadi jalan keluar bagi permasalahan mobilitas warga Jepang dan semoga layaknya kereta tersebut kita mampu membawa perbaikan bagi Ibu pertiwi tercinta ini.
                   Banyak hal yang sudah dilalui bersama kalian, semua berawal dari Open Recruitmen BEM KM FGE, kemudian entah apa yang membuat kita terkumpul dalam sebuah departemen atau mungkin memang ini sudah dituliskan-Nya. Wallahu’alam. Semua berjalan begitu cepat hingga kita saat ini sudah berada dipertengahan kepengurusan. Rapat, diskusi, obrolan, sharing, dan berbagai kegiatan lainnya seolah tak menjadi beban bahkan mungkin malah menjadi obat penawar ditengah kepadatan kuliah dan kepenatan praktikum. Satu hal yang membuat nyaman yakni gelak tawa dan senyum tulus kalian yang selalu terpancarkan itulah, dan mungkin itulah insulin alamiah yang pernah ada. Semoga kisah ini akan tetap terkenang hingga raga mencapai batasnya, meski mungkin nantinya kalian akan menjadi sosok luar biasa dan saya harap kalian tetap menjadi apa yang saya kenal.







Faishalia Asta Rasyadi atau lebih akrab dengan Ais. Awal sya tahu dan sekadar kenal pada saat pertama kali ada pertemuan seluruh anggota baru BEM KM FGE tepatnya digedung Balairung. Meski itu sudah hampir satu semester namun sya memang baru benar-benar tahu. Dari sejak awal memang sudah bisa dipastikan kalo cwe yg satu ini tipikal yg ceriwis, itu pandangan pertama sya. Selain itu ternyata tipe yg supel, humble, dan salah satu perpustakaan yang menjadi langganan sya tuk sekadar mengikuti rilis terbaru buku². Satu kalimat yang paling sya ingat yakni, “..yaudah si Gil..”, itu adalah kalimat wajib yg pasti keluar saat mempertahankan apa yg sya tentang. Partner yang paling mampu mengerti dan sosok pekerja keras. Dan yg paling aneh, sampai saat ini dia nda mau kalo dibilang “gendut” atau apalah, aneh kan? Dan yang paling buruknya kalo dah tidur apapun jadi ilang dalam sekejap, entah itu ada tugas, janji, dan rapat. Cwe yg pingin jadi ahli geografi ini punya cita² bsa kuliah di Jerman, smoga itu bsa tercapai. Dan yg terakhir, kita emang pengkhayal kelas wahid, sampai² kita sepakat buat berkunjung ke Bunaken, tempat diving terindah yg pernah ada di tanah para pahlawan ini, smoga ditahun 2018 bisa terwujud yak!








Tiara Ayu Lestari. Meskipun satu prodi tapi sya jga nda bgitu tahu ttg cwe yg satu ini, mngkin jga karna tipe sya yg nda bgtu peka dg cwe² di kampus. Awal yg membuat sya tahu cwe yg satu ini yakni saat kita ujian Pengantar Geologi, dimana ia berada pukul 2 atau skitar 17° dari arah depan sya. Jujur sya dibuat tercengang dg langkahnya yg memutuskan keluar dari ruang dmana sbagian yg lain sdang kewalahan dg soal yg super aneh mengenai umur batuan yg diberiakn oleh bapak Djati, dengan santainya dia walk out. Luar biasa! karna mngkin penasaran hingga akhirnya sya tahu kalo cwe walk out itu adalah Ara. Salah satu cwe dari 21 anak rantau asli Bangka yg masuk ke kampus ini di tahun 2011, mngkin sbagian yg lain memang studi ke luar seperti apa yg ia kisahkan. Mungkin memang benar adanya menyoal pulau pemimpi itu. Diantara cwe PSDM mngkin bsa dikatakan yg paling kalem, baik hati, mandiri, sante tapi terkadang terkesan apatis, dan penyabar tentunya (buktinya Ara bsa bertahan di seminar Anti-Korupsi @FEB yia ± 9 jam). Satu kata yg terkesan aneh bila diucapnya mungkin ini bedanya antara lidah Bangka dan Jawa, “sekedap”, kata yg seharusnya punya kesan halus dan alamiah berubah jadi aneh dan tanpa kesan, blank. Cwe yg satu ini fokus di bidang pariwisata dan pnya obsesi buat kuliah di Australia, lalu balik ke Indonesia dan punya tempat pariwisata sendiri dan bukan jadi Tour Guide !! Amin,








 


Atika Perwita Sari Putri. Kasus buat cwe ini hampir sama dengan Maray, sosok yang pendiem, paling anteng, dan peredam suasana bising. Hingga akhirnya kami nobatkan kedua cwe ini sebagai Pasangan Emas, kyak Tsubasa-Misaki. Gak bnyak yang bisa saya nyatakan karena emang orangnya aja jarang bersua, mungkin emang kalah saing kerasnya sama TOA. Tapi keseluruhan Tika ini tipe cwe baik² kok, untuk mimpinya pun sya nda punya kisah darinya, tapi semoga dengan kuliah di PW bisa membawa perubahan ke arah yg lebih baik buat dusun Kasihan.











Ica Elismetika Komra. Sejak awal sebenarnya sya tahu sma cwe yg satu ini, meskipun sekadar tahu, nama yang saya tahu awalnya Komra soalnya kedengarannya asing aja buat orang Jawa. Kebetulan kita dulu satu klaster waktu kegiatan fm2gm tapi tetep aja sya sendiri nda “ngeh”. Kesan pertama kenal si Komra yang kemudian lebih akrab dg panggilan Ica yakni nggak kalah ceriwisnya sama si Ais, mungkin mereka emang dah kaya Nakula-Sadewa, tokoh pewayangan yang kembar, tapi menyoal ini mereka kembar ceriwisnya. Dan sejak itu sya lebih suka mengenal mereka dengan Icis. Tapi cwe yang satu ini punya kemampuan yang luar biasa dibanding yang lain yakni tingkat kamuflasenya yang sudah expert, terkadang dia keluar aslinya tapi kalo lagi didepan orang banyak atau dengan orang baru kelihatannya tuh diem&kalem, padahal sebenranya nda seperti itu, 180° terbalik. Satu lagi yg khas dari cwe asli Palembang ini yakni suaranya yang menggelegar, apalagi kalo lagi ketawa dan terkadang itu pula yg bikin kita malu kalo lagi jalan. Mungkin Ica emang terlahir dengan gelombang suara diatas rata-rata, bukan lagi audiosonik tapi ultrasonik, bunyi dengan frekuensi >20.000 Hz setara kemampuannya lumba² atau kelelawar tapi versi cwe. Ini pula yang bikin kami lebih mengenal Ica dengan sebutan TOA. Alat pengeras suara yg biasanya dipake di Mushola atau Masjid "jaman doeloe". Sifat pada dasarnya baik, total dalam segala hal, punya jiwa sosial tinggi (buktinya dia jadi anggota PSDM yg paling rajin berkunjung ke desa mitra) dan yg nggak boleh ketinggalan yakni bawelnya. Nda beda sama pasangannya (Ais), kalo udah tidur bakalan hibernasi deh, lupa dengan segala janji dan kewajibannya. Mobilitas utamanya yakni dengan ojek cinta.nya (soalnya setia banget si ojek.na) yg akan selalu mengantar kemana pun ia pergi, Rp 15.000/PP Kosan-Kampus, dan cwe yg satu ini bisa dikatakan jarang bahkan hampir nda pernah yg namanya nyuci baju sendiri, Cwe Laundry, bukan males tapi alergi detergen salah satu alasan paling naïf. Meskipun demikian Ica pnya mimpi kulaih di Jerman lho, tapi akhir² ini jadi rada bimbang dengan adanya Couple Packet (Pasutri gitu). Dan sebagai penutup, Ica merupakan cwe paling rentan galau diantara PSDM’ers yg lain. Peace cak !









Maria Ayu Rosita Dewi. Atau biasa disingkat Maray, entah siapa yg pertama mengubah nama panggilan.na, tapi selama kami nyaman itu nda masalah dan mana mungkin seorang Maray akan berontak. Saya kenal dan pertama kali tahu yia pada saat masuk di BEM ini. Satu²nya anak KPJ di keluarga ini, tapi itu tak menjadi benteng penghalang bagi kami. Cwe Kartasuro ini merupakan cwe paling anteng dan diem serta sosok pemikir sejati, mungkin kalo dilombain ma anak Filsafat nda kalah deh. Dia merupakan peredam kebisingan pada saat kami rapat, terkadang xpresi atau celetuknya membuat kami tenang, entah itu karena yg keluar nda sinkron, aneh, atau mungkin buah pemikiran yg bertolak belakang dg apa yang kami bahas. Nda begitu banyak yg bisa sya kupas, hal ini mungkin karena kita nda begitu sering kontak dan karena kesibukan masing²,mungkin. Ssst..Keep silent!









Novan Dwiky Adimas. Pertama kami bertemu yakni saat kegiatan fm2gm, namun itu pun tak membuat kami lantas kenal mendalam, cukup tahu. Yang saya tahu dari cwo yg biasa disapa dengan Pa’de ini yakni sifat dominan yg terealisasi berupa total pada apa yang benar² ia sukai, jadi entah apapun itu kalo ia nyaman maka kontribusinya pun akan maksimal. Pa’de merupakan penyelamat sejenis superhero  bagi saya pribadi dari kepenatan luar biasa menghadapi wanita² yg aktifnya luar biasa di departeman ini, penyeimbang ketimpangan yang ada (1 : 6). Fotografer pribadi bagi PSDM dalam berbagai aktivitas dan kegiatan. Yang saya tahu Pa’de punya cita  jadi ahli Hidrologi, dan semoga nantinya bisa mengembangkan perusahaan air minum agar tak ada lagi istilah “eksploitasi air” dan kalo bisa mengalahkan keberadaan Aqua yg sudah mengakar ditanah pribumi ini, buatlah perusahaan pesaing utamanya, sejenis ARAI (Air Murni Asli Indonesia), agar rakyat mampu menikmati air asli dalam negeri hasil olah anak bangsa. (titip mimpi de’)  Be Hydrolog !










Alberta Shendy Lamandau. Kami dipertemukan disebuah kepanitiaan PEMIRA 2012, jadi sie KSK. Awalnya saya jga nda begitu akrab dengan cwe asli Sampit ini mungkin karena sifat kodratiyah yang melekat pada pribadi saya yg susah dirubah. Jadi selama kepanitiaan yia biasa-biasa aja, wajar dan natural. Kami akrab sejak masuk ke dalam keluarga super aneh ini, keluarga PSDM BEM KM FGE. Kesan awal yang saya pahami Shendy merupakan tipikal pekerja keras dan hal itu memang terbukti sampai saat ini, meskipun ia anak SIG-PJ yang sangat padat dengan jadwal praktikum namun ia aktif pula dalam berbagai kepanitiaan baik tingkat fakultas maupun universitas. Selain itu ia terkadang sangat keras dan perasa dalam beberapa hal, meskipun pada akhirnya akan meleleh jg dengan kegilaan kami. Namun apapun itu, ia tetap bagian dari keluarga ini. Ciri khas dari Shendy yakni ketika diminta buat berpendapat pasti bakalan keluar kalimat, “..yia intinya gtu deh mas, ak bingung neranginnya kayak gimana...”. Ia mempunyai angan nantinya mampu membangun sebuah sanggar tari, mungkin karena basic dirinya yg berjiwa seniman terutama seni tari. Saya rasa itu luar biasa, apalagi ditengah keresahan bangsa yg mulai kehilangan jati diri terutama dari bidang kesenian salah satunya tari, jadi jangan pernah berhenti untuk itu, kalau bisa jadilah penari sekaliber Didi Nini Towok agar nantinya mampu berseru pada dunia bahwa bangsa ini masih punya citra kebudayaan yang beragam. Semangat Shen!






Tria Febriana Seli. Kalau sama cwe yg satu ini saya udah tahu sejak lama, mungkin karena faktor Tria yg kenal Dita, jadi secara tidak langsung jga kenal sya, tapi sya tahu ketika kami sama² masuk JMG sebelum bergabung di BEM dan tentunya tahu yang sekadar tahu, lagi² masalah kodratiyah. Kesan pertama yg muncul yakni Tria itu diem, nda banyak omong, dan cukup care. Hal yg sampe saat ini masih jadi pengganjal yakni dia tipikal pedestrian sejati, itu yg terkadang bikin sya iri. Kalimat yang paling wajib keluar yakni, “..yaudah gil, ak yang salah..”, itu yg paling mengenang apalagi ditambah xpresinya yg pasrah kalah berdebat dg sya dalam berbagai hal tentunya. Sosok SekBen yg banyak bermasalah dan terkadang lupa bikin note hasil rapat, yia mungkin itu Tria yg saya tahu. Namun dibalik semua itu, Ia merupakan partner saya kala ada seminar, kuliah umum, atau apalah yg diisi oleh pembicara-pembicara nasional dan biasanya kami bertiga, Tria-Ara-sya, mungkin sebutan yg pas buat kami yakni Trio Seminar. Pokoknya tiap ada seminar pasti ada kami, apalagi kalau yg gratis. Cwe Lampung ini punya mimpi buat menghabisakan masa studinya di Kampus Biru ini, UGM, dan terbang ke Jepang. Yang sya tau dia pingin fokus dibidang Kepesisiran atau Perdesaan, smoga nantinya ilmu dan kefokusan.mu bsa membawa perbaikan. Salam Kopi!









Latifatul Khoiriyah. Awal sya kenal dengan cwe yang satu ini yakni saat kita dapet tugas kelompok bikin penjelasan secara menyeluruh ttg Filiphina di mata kuliah Georeg. Kenalnya pun seperti biasa, sekadar tau. Banyak tau tentang Yaya ini yia dari kisah teman yg ternyata kakak kelasnya waktu d SMA dulu. Kisahnya ttg bakat menulisnya yg udah nda diragukan lagi, dan emang itu bukan sekadar tong kosong atau berita bualan semata, buktinya ia dah punya buku yang dah diterbitin, meski isinya merupakan kumpulan tapi bagi kami itu sudah luar biasa, setidaknya ide alamiah buah karyanya sudah mendapat apresiasi. Secara keseluruhan Yaya merupakan cwe yg enak diajak kerjasama, tanggungjawab, dan yang paling bijak diantara kami (baca: PSDM’ers) mungkin karena pengaruh dari jiwanya yg udah terbentuk dengan untaian kalimat bijak yg keluar dari mulutnya disetiap kata dan kalimat. Satu kalimat yang paling memantik yakni menyoal status pribadi, “Bukan jomblo, melainkan independen”, sederhana tapi ngena, tegas dan penuh makna. Meskipun kuliah di Geografi, ia punya mimpi bisa jadi penulis sekaliber Tere Liye. Amin. Semoga nantinya melalui tulisan² itu mampu memberikan sebuah karya sastra yang menjadi masterpiece dan mampu menggubah paradigma pemuda Indonesia. Jadilah the next Tere Liye !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar