240812. Karena berbagai hal, sehingga saya memutuskan untuk lebih menggunakan Tumblr.com sebagai sarana blogging saya. Jadi, untuk beberapa saat saya akan sedikit atau mungkin banyak untuk lebih aktif di Tumblr daripada Blogspot ini,. Silahkan kunjungi benangbundet.tumblr.com
yg isinya pun tak jauh dari blog saya sebelumnya. Nuwun.
Kamis, 23 Agustus 2012
Jumat, 10 Agustus 2012
Mereka (PSDM'ers) di mata saya!
S
|
ebenarnya niat untuk menulis hal
ini sudah ada sejak lama, mungkin karena beberapa hal sehingga baru saat ini
saya sempat menuliskannya. Coretan ini sejujurnya bukan ingin bermaksud apa²,
sekedar penilaian sekilas saja, jujur dan tentunya apa adanya tanpa tambahan
apapun kok, intinya natural datang dari pemikiran jernih pribadi saya. Karena
saya pikir menliai kalian dari berbagai sisi dan aspek adalah hal yang menarik
dan alasan yang menguatkan lainnya yakni karena saya rasa kalian sudah menjadi
bagian dari perjalanan saya selama hampir 2 semester di kampus Geografi. Sebuah
tempat penampung mahasiswa (baca: saya) yang tersesat, tapi mungkin ini pula
jalan dari-Nya yang kemudian mempertemukan kita dalam sebuah ukhuwah. Dan
semoga berawal dari kampus ini, kita nantinya bisa melejit bak kereta Shinkansen yang kemudian menjadi sebuah
moda transportasi yang menjadi jalan keluar bagi permasalahan mobilitas warga
Jepang dan semoga layaknya kereta tersebut kita mampu membawa perbaikan bagi
Ibu pertiwi tercinta ini.
Banyak
hal yang sudah dilalui bersama kalian, semua berawal dari Open Recruitmen BEM
KM FGE, kemudian entah apa yang membuat kita terkumpul dalam sebuah departemen
atau mungkin memang ini sudah dituliskan-Nya. Wallahu’alam. Semua berjalan begitu cepat hingga kita saat ini
sudah berada dipertengahan kepengurusan. Rapat, diskusi, obrolan, sharing, dan
berbagai kegiatan lainnya seolah tak menjadi beban bahkan mungkin malah menjadi
obat penawar ditengah kepadatan kuliah dan kepenatan praktikum. Satu hal yang
membuat nyaman yakni gelak tawa dan senyum tulus kalian yang selalu
terpancarkan itulah, dan mungkin itulah insulin alamiah yang pernah ada. Semoga
kisah ini akan tetap terkenang hingga raga mencapai batasnya, meski mungkin
nantinya kalian akan menjadi sosok luar biasa dan saya harap kalian tetap
menjadi apa yang saya kenal.
Faishalia
Asta Rasyadi atau lebih akrab dengan Ais. Awal sya tahu dan
sekadar kenal pada saat pertama kali ada pertemuan seluruh anggota baru BEM KM
FGE tepatnya digedung Balairung. Meski itu sudah hampir satu semester namun sya
memang baru benar-benar tahu. Dari sejak awal memang sudah bisa dipastikan kalo
cwe yg satu ini tipikal yg ceriwis, itu pandangan pertama sya. Selain itu
ternyata tipe yg supel, humble, dan
salah satu perpustakaan yang menjadi langganan sya tuk sekadar mengikuti rilis
terbaru buku². Satu kalimat yang paling sya ingat yakni, “..yaudah si Gil..”,
itu adalah kalimat wajib yg pasti keluar saat mempertahankan apa yg sya
tentang. Partner yang paling mampu mengerti dan sosok pekerja keras. Dan yg
paling aneh, sampai saat ini dia nda mau kalo dibilang “gendut” atau apalah,
aneh kan? Dan yang paling buruknya kalo dah tidur apapun jadi ilang dalam
sekejap, entah itu ada tugas, janji, dan rapat. Cwe yg pingin jadi ahli
geografi ini punya cita² bsa kuliah di Jerman, smoga itu bsa tercapai. Dan yg
terakhir, kita emang pengkhayal kelas wahid, sampai² kita sepakat buat
berkunjung ke Bunaken, tempat diving
terindah yg pernah ada di tanah para pahlawan ini, smoga ditahun 2018 bisa
terwujud yak!
Tiara
Ayu Lestari. Meskipun satu prodi tapi sya jga nda bgitu tahu
ttg cwe yg satu ini, mngkin jga karna tipe sya yg nda bgtu peka dg cwe² di
kampus. Awal yg membuat sya tahu cwe yg satu ini yakni saat kita ujian
Pengantar Geologi, dimana ia berada pukul 2 atau skitar 17° dari arah depan
sya. Jujur sya dibuat tercengang dg langkahnya yg memutuskan keluar dari ruang
dmana sbagian yg lain sdang kewalahan dg soal yg super aneh mengenai umur
batuan yg diberiakn oleh bapak Djati, dengan santainya dia walk out. Luar
biasa! karna mngkin penasaran hingga akhirnya sya tahu kalo cwe walk out itu
adalah Ara. Salah satu cwe dari 21 anak rantau asli Bangka yg masuk ke kampus
ini di tahun 2011, mngkin sbagian yg lain memang studi ke luar seperti apa yg
ia kisahkan. Mungkin memang benar adanya menyoal pulau pemimpi itu. Diantara
cwe PSDM mngkin bsa dikatakan yg paling kalem, baik hati, mandiri, sante tapi
terkadang terkesan apatis, dan penyabar tentunya (buktinya Ara bsa bertahan di
seminar Anti-Korupsi @FEB yia ± 9 jam). Satu kata yg terkesan aneh bila
diucapnya mungkin ini bedanya antara lidah Bangka dan Jawa, “sekedap”, kata yg seharusnya punya kesan
halus dan alamiah berubah jadi aneh dan tanpa kesan, blank. Cwe yg satu ini fokus di bidang pariwisata dan pnya obsesi
buat kuliah di Australia, lalu balik ke Indonesia dan punya tempat pariwisata
sendiri dan bukan jadi Tour Guide
!! Amin,
Atika
Perwita Sari Putri. Kasus buat cwe ini hampir sama dengan Maray, sosok
yang pendiem, paling anteng, dan peredam suasana bising. Hingga akhirnya kami
nobatkan kedua cwe ini sebagai Pasangan Emas, kyak Tsubasa-Misaki. Gak bnyak
yang bisa saya nyatakan karena emang orangnya aja jarang bersua, mungkin emang
kalah saing kerasnya sama TOA. Tapi keseluruhan Tika ini tipe cwe baik² kok,
untuk mimpinya pun sya nda punya kisah darinya, tapi semoga dengan kuliah di PW
bisa membawa perubahan ke arah yg lebih baik buat dusun Kasihan.
Ica
Elismetika Komra. Sejak awal sebenarnya sya tahu sma cwe yg satu
ini, meskipun sekadar tahu, nama yang saya tahu awalnya Komra soalnya
kedengarannya asing aja buat orang Jawa. Kebetulan kita dulu satu klaster waktu
kegiatan fm2gm tapi tetep aja sya sendiri nda “ngeh”. Kesan pertama kenal si
Komra yang kemudian lebih akrab dg panggilan Ica yakni nggak kalah ceriwisnya
sama si Ais, mungkin mereka emang dah kaya Nakula-Sadewa, tokoh pewayangan yang
kembar, tapi menyoal ini mereka kembar ceriwisnya. Dan sejak itu sya lebih suka
mengenal mereka dengan Icis. Tapi cwe yang satu ini punya kemampuan yang luar
biasa dibanding yang lain yakni tingkat kamuflasenya yang sudah expert,
terkadang dia keluar aslinya tapi kalo lagi didepan orang banyak atau dengan orang
baru kelihatannya tuh diem&kalem, padahal sebenranya nda seperti itu, 180° terbalik.
Satu lagi yg khas dari cwe asli Palembang ini yakni suaranya yang menggelegar,
apalagi kalo lagi ketawa dan terkadang itu pula yg bikin kita malu kalo lagi
jalan. Mungkin Ica emang terlahir dengan gelombang suara diatas rata-rata,
bukan lagi audiosonik tapi ultrasonik, bunyi dengan frekuensi >20.000 Hz
setara kemampuannya lumba² atau kelelawar tapi versi cwe. Ini pula yang bikin
kami lebih mengenal Ica dengan sebutan TOA. Alat pengeras suara yg biasanya
dipake di Mushola atau Masjid "jaman doeloe". Sifat pada dasarnya baik, total
dalam segala hal, punya jiwa sosial tinggi (buktinya dia jadi anggota PSDM
yg paling rajin berkunjung ke desa mitra) dan yg nggak boleh ketinggalan yakni bawelnya.
Nda beda sama pasangannya (Ais), kalo udah tidur bakalan hibernasi deh, lupa dengan
segala janji dan kewajibannya. Mobilitas utamanya yakni dengan ojek cinta.nya (soalnya
setia banget si ojek.na) yg akan selalu mengantar kemana pun ia pergi, Rp
15.000/PP Kosan-Kampus, dan cwe yg satu ini bisa dikatakan jarang bahkan hampir
nda pernah yg namanya nyuci baju sendiri, Cwe Laundry, bukan males tapi alergi detergen salah satu alasan paling naïf.
Meskipun demikian Ica pnya mimpi kulaih di Jerman lho, tapi akhir² ini jadi
rada bimbang dengan adanya Couple Packet
(Pasutri gitu). Dan sebagai penutup, Ica merupakan cwe paling rentan galau
diantara PSDM’ers yg lain. Peace cak !
Maria
Ayu Rosita Dewi. Atau biasa disingkat Maray, entah siapa yg pertama
mengubah nama panggilan.na, tapi selama kami nyaman itu nda masalah dan mana
mungkin seorang Maray akan berontak. Saya kenal dan pertama kali tahu yia pada
saat masuk di BEM ini. Satu²nya anak KPJ di keluarga ini, tapi itu tak menjadi
benteng penghalang bagi kami. Cwe Kartasuro ini merupakan cwe paling anteng dan
diem serta sosok pemikir sejati, mungkin kalo dilombain ma anak Filsafat nda
kalah deh. Dia merupakan peredam kebisingan pada saat kami rapat, terkadang
xpresi atau celetuknya membuat kami tenang, entah itu karena yg keluar nda
sinkron, aneh, atau mungkin buah pemikiran yg bertolak belakang dg apa yang
kami bahas. Nda begitu banyak yg bisa sya kupas, hal ini mungkin karena kita
nda begitu sering kontak dan karena kesibukan masing²,mungkin. Ssst..Keep
silent!
Novan
Dwiky Adimas. Pertama kami bertemu yakni saat kegiatan fm2gm,
namun itu pun tak membuat kami lantas kenal mendalam, cukup tahu. Yang saya
tahu dari cwo yg biasa disapa dengan Pa’de ini yakni sifat dominan yg
terealisasi berupa total pada apa yang benar² ia sukai, jadi entah apapun itu
kalo ia nyaman maka kontribusinya pun akan maksimal. Pa’de merupakan penyelamat
sejenis superhero bagi saya pribadi dari kepenatan luar biasa
menghadapi wanita² yg aktifnya luar biasa di departeman ini, penyeimbang ketimpangan yang ada (1 :
6). Fotografer pribadi bagi PSDM dalam berbagai aktivitas dan kegiatan. Yang
saya tahu Pa’de punya cita jadi ahli Hidrologi, dan semoga nantinya bisa
mengembangkan perusahaan air minum agar tak ada lagi istilah “eksploitasi air”
dan kalo bisa mengalahkan keberadaan Aqua yg sudah mengakar ditanah pribumi
ini, buatlah perusahaan pesaing utamanya, sejenis ARAI (Air Murni Asli Indonesia),
agar rakyat mampu menikmati air asli dalam negeri hasil olah anak bangsa. (titip
mimpi de’) Be Hydrolog !
Alberta
Shendy Lamandau. Kami dipertemukan disebuah kepanitiaan PEMIRA
2012, jadi sie KSK. Awalnya saya jga nda begitu akrab dengan cwe asli Sampit
ini mungkin karena sifat kodratiyah yang melekat pada pribadi saya yg susah
dirubah. Jadi selama kepanitiaan yia biasa-biasa aja, wajar dan natural. Kami
akrab sejak masuk ke dalam keluarga super aneh ini, keluarga PSDM BEM KM FGE. Kesan
awal yang saya pahami Shendy merupakan tipikal pekerja keras dan hal itu memang
terbukti sampai saat ini, meskipun ia anak SIG-PJ yang sangat padat dengan
jadwal praktikum namun ia aktif pula dalam berbagai kepanitiaan baik tingkat
fakultas maupun universitas. Selain itu ia terkadang sangat keras dan perasa
dalam beberapa hal, meskipun pada akhirnya akan meleleh jg dengan kegilaan
kami. Namun apapun itu, ia tetap bagian dari keluarga ini. Ciri khas dari
Shendy yakni ketika diminta buat berpendapat pasti bakalan keluar kalimat, “..yia intinya gtu deh mas, ak bingung
neranginnya kayak gimana...”. Ia mempunyai angan nantinya mampu membangun
sebuah sanggar tari, mungkin karena basic
dirinya yg berjiwa seniman terutama seni tari. Saya rasa itu luar biasa,
apalagi ditengah keresahan bangsa yg mulai kehilangan jati diri terutama dari
bidang kesenian salah satunya tari, jadi jangan pernah berhenti untuk itu,
kalau bisa jadilah penari sekaliber Didi Nini Towok agar nantinya mampu berseru
pada dunia bahwa bangsa ini masih punya citra kebudayaan yang beragam. Semangat Shen!
Tria
Febriana Seli. Kalau sama cwe yg satu ini saya udah tahu sejak
lama, mungkin karena faktor Tria yg kenal Dita, jadi secara tidak langsung jga
kenal sya, tapi sya tahu ketika kami sama² masuk JMG sebelum bergabung di BEM
dan tentunya tahu yang sekadar tahu, lagi² masalah kodratiyah. Kesan pertama yg
muncul yakni Tria itu diem, nda banyak omong, dan cukup care. Hal yg sampe saat ini masih jadi pengganjal yakni dia tipikal
pedestrian sejati, itu yg terkadang
bikin sya iri. Kalimat yang paling wajib keluar yakni, “..yaudah gil, ak yang
salah..”, itu yg paling mengenang apalagi ditambah xpresinya yg pasrah kalah berdebat
dg sya dalam berbagai hal tentunya. Sosok SekBen yg banyak bermasalah dan
terkadang lupa bikin note hasil
rapat, yia mungkin itu Tria yg saya tahu. Namun dibalik semua itu, Ia merupakan
partner saya kala ada seminar, kuliah umum, atau apalah yg diisi oleh pembicara-pembicara nasional dan biasanya kami bertiga, Tria-Ara-sya, mungkin sebutan yg
pas buat kami yakni Trio Seminar. Pokoknya tiap ada seminar pasti ada kami,
apalagi kalau yg gratis. Cwe Lampung ini punya mimpi buat menghabisakan masa
studinya di Kampus Biru ini, UGM, dan terbang ke Jepang. Yang sya tau dia
pingin fokus dibidang Kepesisiran atau Perdesaan, smoga nantinya ilmu dan
kefokusan.mu bsa membawa perbaikan. Salam Kopi!
Latifatul
Khoiriyah. Awal sya kenal dengan cwe yang satu ini yakni saat
kita dapet tugas kelompok bikin penjelasan secara menyeluruh ttg Filiphina di
mata kuliah Georeg. Kenalnya pun seperti biasa, sekadar tau. Banyak tau tentang
Yaya ini yia dari kisah teman yg ternyata kakak kelasnya waktu d SMA dulu.
Kisahnya ttg bakat menulisnya yg udah nda diragukan lagi, dan emang itu bukan
sekadar tong kosong atau berita bualan semata, buktinya ia dah punya buku yang
dah diterbitin, meski isinya merupakan kumpulan tapi bagi kami itu sudah luar biasa,
setidaknya ide alamiah buah karyanya sudah mendapat apresiasi. Secara
keseluruhan Yaya merupakan cwe yg enak diajak kerjasama, tanggungjawab, dan
yang paling bijak diantara kami (baca: PSDM’ers) mungkin karena pengaruh dari
jiwanya yg udah terbentuk dengan untaian kalimat bijak yg keluar dari mulutnya
disetiap kata dan kalimat. Satu kalimat yang paling memantik yakni menyoal
status pribadi, “Bukan jomblo, melainkan independen”, sederhana tapi ngena,
tegas dan penuh makna. Meskipun kuliah di Geografi, ia punya mimpi bisa jadi penulis
sekaliber Tere Liye. Amin. Semoga nantinya melalui tulisan² itu mampu
memberikan sebuah karya sastra yang menjadi masterpiece dan mampu menggubah paradigma
pemuda Indonesia. Jadilah the next Tere Liye !
Kamis, 09 Agustus 2012
Pengenalan Bentanglahan
M
|
enginjak semester kedua ini, kami
mempunyai sebuah mata kuliah yang dikenal dengan Kuliah Kerja Lapangan 1 (KKL 1).
Ini merupakan mata kuliah wajib yang ada di setiap semester genapnya. Diawal
KKL ini kami mempunyai rute perjalanan yang cukup lumayan dengan 19 titik
pengamatan tentunya. Inti pengamatannya pada Jawa bagian tengah, dan kegiatan
ini dilakukan selama 4 hari. Banyak hal yang diperoleh selama kuliah lapangan
ini, selain itu dengan kegiatan ini semakin memantapkan hati bagi mahasiswa geografi
yang masih agak setengah hati untuk menimba kebumian. Dan satu kalimat yang
semakin membakar para geograf muda ini yakni yang keluar dari ketua kelompok
kami, Phiko Tegara, dengan logat Jakartanya secara spontan dia berucap, “dengan
adanya KKL ini gue jadi ngerti bedanya geografi dan teknik, kalo teknik mereka
hanya mengeksploitasi bumi sedangkan geografi pada observasi dan koservasi
alamnya”. Yia itu memang sah² aja yang penting kesemuanya mengarah kepada
perbaikan. Karena semua akan lebih baik kalau kita berbaur dengan mereka dan
membuat sebuah kesinambungan pemanfaatan bumi, agar bumi ini tetap lestari. Dan ini beberapa titik lokasi pengamatan kami...
_Museum Sangiran, berisi informasi mengenai berbagai perkembangan manusia dan tentunya terdapat pula ratusan koleksi fosil didalamnya_
_Bledug Kuwu, sebuah fenomena alam yang sudah terjadi sejak jaman kerajaan Majapahit hingga kini masih mengeluarkan lumpur meski dengan intensitas yang berbeda_
_Lokasi Semburan_
_Karst yang ada di daerah Gunung Kidul, karena jumlahnya yang banyak sering dikenal dengan daerah seribu bukit_
_Penjelasan dari bapak ibu dosen, dengan latarbelakang Karst yang menawan_
_Museum Karst yana terdapat di Wonogiri, berisi berbagai info tentang Karst secara keseluruhan_
Great Museum!!!
_Intrusi Diorit yang terletak di zona antara tengah dan utara Jawa bagian tengah_
_Wonogiri, terkenal dengan salah satu waduk yang ada di Jawa Tengah, Waduk Gajah Mungkur, waduk yang dibuat oleh manusia pada rezim pak Soeharto_
_Solo di waktu malam, kawasan tempat berburu berbagi makanan khas dan tempat kongko muda mudi_
_Lembah Jono, penghasil garam yang diolah secara tradisional dengan mengandalkan kekuatan panas matahari_
_Kawasan Industri dapat berkembang di Semarang karena ditopang dengan adanya Pelabuhan Tanjung Emas_
_Rawa Pening, kawasan waduk alami yang terbentuk oleh aktivitas dua Gunung api, Ungaran dan Telomoyo, yang diperkirakan akan rata pada 100 taun mendatang bila terus terjadi sedimentasi dan pendangkalan_
_Bandungan, kaeasan yang sengaja dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan dan layanan jasa berupa penginapan_
_Taman Kyai Langgeng, obyek wisata andalan kabupaten Magelang_
Check out...Griphta Hotel, Kudus, Jawa Tengah !!!
Dan inilah kami,
keluarga besar FAKULTAS GEOGRAFI 2011 !
keluarga besar FAKULTAS GEOGRAFI 2011 !
Selasa, 07 Agustus 2012
Mahasiswa?
Yia
inilah kami, kaum yang kata orang pembawa perubahan, tulang punggung masa depan
bangsa, generasi perbaikan, kaum muda yang penuh impian, sang pemimpi sejati,
kaum terpelajar dan masih banyak yang lainnya. Mungkin itu tadi sekelumit
mengenai mahasiswa, sosok manusia yang bisa dikatakan on the top. Krena disinilah puncak dari sebuah pembelajaran sebelum
membaur dengan masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih real dan
disinilah proses itu dimulai atau dirintis.
Pembukaan
diatas sebenarnya nda akan bersinambung dengan apa yang ingin saya bahas
disini, yang sebenarnya hanya akan membahas berbagai aktivitas atau kebiasaan
mahasiswa (dari aktivitas pribadi). Adapun berbagai kegiatan yang
dilakukan mahasiswa yang notabene sebagai anak rantau, hidup
sebatang kara yang menempati ruang sempit ukuran 3x3.5m dengan fasilitas anak
kosan yang serba apa adanya. Check this
out!
Makan
Merupakan kegiatan rutinan,
karena bahwasanya logika tanpa logistik tak akan pernah berjalan. Disini (baca:
Jogja) pun banyak sekali tawaran tempat makan yang pastinya punya makanan dengan
menu dan tentunya kelas yang berbeda. Dari berbagai tempat makan ada beberapa
yang menjadi sarang mahasiswa dalam memenuhi logistiknya antara lain; Angkring
Pak No, Angkring (Le Slamet) Cuprek, Lima Sekawan, R.M. Inyong dan Takana Sajo.
Mungkin bisa sehari 3x seperti normalnya, atau lebih sering 2x dengan ketentuan
dijamak salah satunya. Dan hal yang perlu menjadikan pegangan yakni, “makanlah
apa adanya di hari² biasa, dan cukupkanlah gizi (makan enak) di hari²
pertempuran atau masa² ujian.. hehee..
Belanja
Bulanan
Rutinitas bulanan yang akan
selalu dijalani tiap awal bulan, karena pada waktu itu merupakan saat² yang
menggembirakan layaknya sebuah negara yang mampu mencapai sebuah swadaya
pangan. Selain itu dengan menjalankan kegiatan ini dapat menjadikan kita sebagai
manusia yang hemat, karena segala kebutuhan pokok dibeli dalam satu waktu
secara terprogram, layaknya sebuah keluarga berencana yang harus mengikuti
program KB yang ditawarkan oleh pemerintah. Be
Discipline!
Mencuci
Sebagai mahasiswa sudah
selayaknya adalah manusia yang sedang berproses menjadi manusia mandiri, dan
dengan kegiatan ini pula dapat membentuk jiwa tersebut. Karena kita dituntut
agar tetap menjaga kebersihan dan kerapian dalam berpakaian ditengah berbagai
aktivitas yang kita jalani didalam dunia kampus. Mencuci menjadi kegiatan rutin
tiap minggu yang biasanya di jalankan pada Jum’at pagi sebelum kuliah. Karena
secara naluriah seorang laki² adalah ia yang mampu mencuci pakaiannya sendiri, no laundry! Namun sayang hal ini banyak dilanggar oleh
kaum hawa, sosok yang seharusnya malah lebih rajin menyoal kegiatan ini, mereka
sebagian berkelit dengan alasan sibuk, tak ada waktu, atau mungkin jawaban
paling aman yakni alergi deterjen. So
Weird boi. Don’t try this at your kos.. ^.^
Buku
Hal wajib yang sebaiknya
dijadikan kebiasaan, yakni membaca buku. Buku yang dibaca pun terserah karena
sesuatu yang dipaksakan pasti hasilnya takkan baik. Buku ini sendiri dapat
diperoleh dengan membelinya, One month
One Book, atau agar lebih hemat dan memperbanayk bacaan bisa dilakukan
dengan meminjamnya. Maka dari itu berteman dengan teman yang hobinya berburu
buku akan sangat bermanfaat, yia setidaknya kita dapat mengikuti perkembangan
atau update buku² terbaru. Jenisnya
pun variasi mulai dari buku kuliah, biografi tokoh, novel bestseller hingga novel dengan kisah yang menginspirasi dan tak lupa
menyoal nasionalisme.
Rapat
Masuk dalam lingkup BEM KM FGE
ternyata tak selamanya membosankan, bahkan salah satu rutinitasnya yang berupa
rapat tiap departemen menjadi salah satu sarana pembius pikiran yang terkadang
buncah dengan berbagai materi kuliah + praktikumnya. Kebetulan disini saya
bergabung di PSDM dan dipertemukan dengan orang² pilihan yang luar biasa.
Mereka bahkan menjadi keluarga di tengah perantauan ini, tempat sharing berbagai hal dan teman
sepermainan.
Nonton
Refreshing paling menyenangkan
yang dilakukan tiap awal bulan atau pertengahan. Menikmati sajian film baik
karya anak bangsa atau hasil import dari luar. Pelepas penat paling mujarab
yang pernah ada. Dan tempat biasa yang lagi-lagi menjadi sarang mahasiswa
berkumpul yakni Studio 21 @Amplaz atau Empire XXI. Namun, apabila dana yang
tersedia sedang menyempit bisa diambil jalan pintas dengan menontonnya lewat
laptop.
AAI
(follow up)
Kegiatan keagamaan sebagai sarana
benteng kita sebagai anak rantau yang jauh dari pengamatan orangtua. Tempat
mengukuhkan ukuwah dan sharing
tentang agama dan hal-hal yang berkaitan. Dilakukan dengan waktu yang fleksibel
dan pada tempat-tempat yang nyaman. Disini pula sebagai sarana mendalami agama
Islam ini yang begitu indah apabila kita mau menyelaminya.
Inilah gambaran aktivitas mahasiswa, namun demikian yang tetap harus menjadi prioritas adalah KULIAH!!!
Senin, 06 Agustus 2012
Solo di Waktu Malam
Senin,
9 Juli 2012. Tepatnya malam hari pukul 20.00 WIB, kami menginjakan kaki di kota
Solo. Kota teramah keadua setelah Yogyakarta, itu hanya sedikit penilaian saya
yang baru dua kali berkunjung. Kami berhenti di sebuah lahan kosong yang cukup
luas, ternyata itu sengaja dimanfaatkan untuk tempat parkir baik kendaraan
pribadi maupun bus. Lokasinya berada di tepat di depan Pusat Grosir Solo atau
yang biasa dikenal dengan PGS. Tak jauh dari pusat kotanya yang berada di
sepanjang jalan Slamet Riyadi.
Mengamati
kegiatan Solo diwaktu malam adalah sebuah pengalaman baru di kota yang juga
mempunyai raja ini. Setelah keluar dari tempat parkir bus kami langsung
disuguhi sebuah lapak-lapak pedagang makanan yang digelar sepanjang jalan,
bahkan jalan itu di tutup khusus untuk kegiatan ini. Bukan sedang ada festival
makanan atau apa melainkan ini merupakan kegiatan malam yang pasti ada di kota
Solo. Langkah saya lanjutkan ke alun-alaun yang berada tak jauh dari tempat
pusat makanan malam Solo. Awalnya saya pikir akan seramai alun-alun Jogja,
namun setalah memasuki gerbang utama hanya hamparan lahan tanpa ada kehidupan
manusia yang mengisi kehampaan tersebut. Lampu kuning pekat yang hanya menyala
menerangi segelintir penjaja makanan mulai dari pedagang wedang jahe, wedang ronde,
dan kerak telor selebihnya diisi kesunyian malam kota Solo. Mungkin ini karena
belum waktunya libur anak sekolah sehingga tidak ada aktivitas berarti. Namun
beberapa bulan yang lalu ketika saya mengunjungi alun-alun ini sangat berbeda,
sesak akan manusia yang sedang ikut meramaikan kegiatan sekaten. Mungkin
kesunyian malamlah yang saya dapat dari kota Solo untuk malam ini.
Solo Baru, Surakarta
"Mimpi tak hanya sekedar menjadi ini dan itu. Hal terpenting darinya adalah ia menjadi ruh dan motor bagi pemimpinya agar senantiasa bergerak dalam usaha, berharap dalam doa, bangun saat jatuh, dan bersujud syukur kala tercapai.Dan itu semua membutuhkan pasak tujuan yang jauh, baik, dan murni agar mimpi tak hanya menjadi buih"
Rabu, 01 Agustus 2012
Antara Hisab dan Rukyat
Hal ini yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan laten yang kemudian berkembang menjadi sebuah dilema yang secara langsung akan dirasakan oleh kaum muslimin. Maka kita sebagai kaum muda sudah saatnya memikirkan solusi apa yang dapat diambil untuk memecahkan mesalah yang cukup pelik yang akan terus melanda ibu pertiwi dalam menetukan baik awal Ramadhan atau Awal Syawal. Hal yang terus bergantian secara terus menerus tiap tahunnya. Sebagai kaum muslimain seharusnya kita amalu pada terjadinya perbedaan yang sangat tak masuk akal ini, kita yang akatnay umat yang satu, bahkan dalam menetukan sebuah tanggal 1 saja kita berbeda, sebuah anomali yang hampir buntu pemecahannya. Ini terjadi karena beberapa hal yang melatar belakanginya antara lain, Negeri kita ini yang mempunyai dua pegangan yang secara kebetulan hal ini dipegang pula oleh dua golongan besar yang berkembang dan ada, antara Muhammadiyah dan Nahdiyyin, serta pegangan bangsa kita yang memegang erat bahwasannya yang menjadi patokan negeri kita adalah bulan yang ada di kawasan Ibu pertiwi, dari Sabang-Merauke, sehingga kita terlihat menutup mata untuk hal ini yang sebenarnya dalam menetukan hal ini adalah urusan duniawi sehingga tak terlalu mengikat seperti apa yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad. Namun bila kita mampu dan mau untuk mebuka mata sebenarnya hal ini dapat teratasi, sayangnya ahl ini pulalah yang masih belum dimiliki para pemimpin kita. Jelasnya Nabi memang membenarkan kedua cara ini, namun secara duniawi ini adalah berakitan denga bulan dan perubahan masa ke masa pasti akan mempengaruhi hal ini, dan hal ini pun di perbolehkan Nabi yakni dengan menghitung apabila sekiranya ada beberapa hal yang mempengaruhi kemunculan bulan. Tulisan ini juga bukan berarti kami berpihak bahkan menyalahkan yang lain. Namun sejujurnya ini merupakan sebuah rasa kegelisahan yang muncul dari pribadi yang mungkin sampai saat ini hanya bisa memberikan masukan untuk peruibahan yang lebih baik melalui coretan-coretan ini. Namun saya pun tak pernah berhenti untuk selalu berusaha dan berdoa semoga kedepannya kami dapat ikut memperbaiki anomali bangsa dalam menetukan awal bulan Ramadha dan Syawal. Wallahu'alam..
@Masjid Mardiyah ,Yogyakarta
...pembukaan...
Bismillah,
Catatan ini merupakan sedikit rangkuman kajian pasca subuh. Seperti apa yang kita ketahui bahwasannya dalam sehari kita pasti akan membaca sebuah surat yang pasti akan kita ulang sebanyak 17 kali dalam sehari, bahkan di bulan Ramadhan ini yang teramat mulia bahkna kita bisa membacanya hingga 28 kali yang ditambah pada saat melaksanakan shalat Tarawih 11 rakaat. Dan pertanyaan besar pun muncul, "Apakah kita sudah memahami makna dari kandungan surat tersebut?"
Dan jawaban yang mungkin keluar dari mulut kebanyakan orang yakni, sedikit. Maka melalui tulisan ini saya ingin sedikit berbagi pemahaman yang saya tangkap. Sebelumnya, Al Fatihah sendiri mempunyai hampir 7 nama lainnya, yang dimana tiap nama punya makna dan kisahnya masing-masing.
Makna besar yang terkandungg berada pada dua kata, Ar Rahman dan Ar Rahim. Ar Rahman bermakna Maha Pengasih yang mempunyai pemahaman bahwasannya Allah adalah dzat yang memberikan segala kasihnya kepada semua umat manusia secara menyeluruh dari yang muslim hingga yang non-muslim, bukti sederhananya ada ketika tak hanya orang muslim yang diberikan berbagai nikmat duniawi melainkan pada orang yang non-muslim. Sedangkan, Ar Rahim yang bermakan Maha Penyayang, yang dalam penjabarannya bahwa Allah ta'ala memberikan cinta dan nikmat yang hakiki hanya pada kaum muslimin, sebuah karunia yang tak dirasakan oleh orang non-muslim salah satunya berupa karunia ketenangan batin. Sebuah ketenangan yang akan membawa raga pada langkah kebaikan dan itu hanya dikaruniakan pada kaum muslimin.
Proud be Moeslim!
@MPD (Masjid Pogung Dalangan)
Yogyakarta, 24 Juli 2012
Catatan ini merupakan sedikit rangkuman kajian pasca subuh. Seperti apa yang kita ketahui bahwasannya dalam sehari kita pasti akan membaca sebuah surat yang pasti akan kita ulang sebanyak 17 kali dalam sehari, bahkan di bulan Ramadhan ini yang teramat mulia bahkna kita bisa membacanya hingga 28 kali yang ditambah pada saat melaksanakan shalat Tarawih 11 rakaat. Dan pertanyaan besar pun muncul, "Apakah kita sudah memahami makna dari kandungan surat tersebut?"
Dan jawaban yang mungkin keluar dari mulut kebanyakan orang yakni, sedikit. Maka melalui tulisan ini saya ingin sedikit berbagi pemahaman yang saya tangkap. Sebelumnya, Al Fatihah sendiri mempunyai hampir 7 nama lainnya, yang dimana tiap nama punya makna dan kisahnya masing-masing.
Makna besar yang terkandungg berada pada dua kata, Ar Rahman dan Ar Rahim. Ar Rahman bermakna Maha Pengasih yang mempunyai pemahaman bahwasannya Allah adalah dzat yang memberikan segala kasihnya kepada semua umat manusia secara menyeluruh dari yang muslim hingga yang non-muslim, bukti sederhananya ada ketika tak hanya orang muslim yang diberikan berbagai nikmat duniawi melainkan pada orang yang non-muslim. Sedangkan, Ar Rahim yang bermakan Maha Penyayang, yang dalam penjabarannya bahwa Allah ta'ala memberikan cinta dan nikmat yang hakiki hanya pada kaum muslimin, sebuah karunia yang tak dirasakan oleh orang non-muslim salah satunya berupa karunia ketenangan batin. Sebuah ketenangan yang akan membawa raga pada langkah kebaikan dan itu hanya dikaruniakan pada kaum muslimin.
Proud be Moeslim!
@MPD (Masjid Pogung Dalangan)
Yogyakarta, 24 Juli 2012
Kabuma#4 - Berilmu sebelum beramal, Berilmu sebelum beramal,
Gambaran umum dari berilmu sebelum beramal yakni betapa pentingnya sebuah ilmu yang harus dimiliki kaum muslimin sebelum melakukan pengamalan. Terkadang kita melakukan sebuah amal dilakukan hanya karena itu merupakan sebuah tuntutan atau hal itu sudah menjadi kebiasaan semata. Maka memaknai ilmu dalam beramal merupakan hal yang perlu dan bahkan menjadi wajib bagi kaum muslimin.
"..peradaban yang rusak adalah sebuah peradaban yang dibangun hanya dengan materi semata.." (Ust. Ridwan Hamidi, Lc.)
@Maskam UGM
Yogyakarta, 23 Juli 2012
Vakum??
Rabu, 1 Agustus 2012...sebuah lembaran baru diawal bulan, hari ini pun tepat menginjak pada 13 Ramadhan..
Seketika saya pun teringat, sudah hampir 2 bulan ini saya tak pernah menyapa blog ini, bukan karena kesibukan yang terlalu padat, saya bahkan bukan menteri sekelas pak Dahlan Iskan yang punya beribu jadwal kunjungan, koordinasi sana sini, dan tentunya berbagai masalah negara yang menyangkut harkat hidup orang banyak yang harus diselesaikan.
Ini lebih dikarenakan pada awal Juni, diisi dengan praktikum yang lumayan menyita waktu, meski cuma satu namun rangkain pencapaiannya yang cukup panjang, dilanjutkan dengan persiapan ujian yang tentunya juga tak selalu harus diisi dengan belajar terus menerus melainkan cukup melengkapi catatan dengan cara fotokopi teman satu matkul. Masuk awal Juli, bukan liburan yang diperoleh melainkan kewajiban kami sebagai mahasiswa semester genap yang harus mengikuti Kuliah Kerja Lapangan 1 (KKL-I), yang kami tempuh selama empat hari dengan rute perjalanan mengelilingi Jogja yang Istimewa dan sebagian Jawa Tengah. Setelahnya harus dituntut membuat laporan, ciri khas anak Sains, Praktikum-Laporan, sebuah kewajiban yang terlihat seperti beban tapi kami menikmatinya, meski terkadang lembur pun tak bisa dielakkan tapi nikmat kok! Pasca Laporan clear, kegiatan Ramadhan Di Kampus pun menjadi agenda berikutnya. Namun jangan salah selama kegiatan itu berlangsung, lebih kurangnya 10 hari, banyak tokoh nasional yang memberikan pemantik-pemantiknya baik dibidang agama, nasionalis, ekonomi, dan tentunya politik. Mulai dari pak Amien Rais-Tiffatul Sembiring-Din Syamsudin-Anis Mata-Dahlan Iskan-Ust. Syubkhi Al Bughuri- hingga Ibu Tri Mumpuni. Hingga akhirnya saya putuskan balik ke kota tercinta, Purbalingga Perwira, untuk menghabiskan sisa masa liburan akhir semester genap ini. Dan semoga setelahnya saya dapat mengisi blog ini dengan berbagai coretan buah karya pribadi. :D
Kamis, 31 Mei 2012
Singgah di Tribun Jogja
Setelah menyelesaikan praktikum lapangan penginderaan jauh dasar di sekitar Stasiun Jebres, Solo, saya menyempatkan sejenak untuk menuangkan ide tulisan mengenai Gunung Api Nglanggeran, keinginan muncul secara alamiah namun sebenarnya bahan sudah ada semenjak kami diberi sebuah tantangan dari pihak dosen pengajar Kuliah Kerja Lapangan 1 agar mampu mempublikasikan hasil dari tugas mandiri yang telah dilaksanakan tiap kelompok. Bisa dikatakan hal ini merupakan untung-untung berhadiah. Dan mungkin saya salah satu yang beruntung sehingga buah coretan dalam sebuah artikel dapat dimuat di salah satu media cetak, Tribun Jogja. It's Lucky!

( 31 Mei 2012 @Tribun Jogja )
Selasa, 29 Mei 2012
Asmara di Gunung Api Purba Nglanggeran
(Foto KKL 1 - Kelompok D2)
Dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan 1 (KKL 1) Mandiri yang menjadi salah satu mata kuliah wajib yang harus diampu oleh seluruh mahasiswa Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada di semester kedua ini, kelompok kami berkesempatan unuk mengenal dan memahami Gunung Api Purba Nglanggeran secara lebih mendalam lagi, terutama mengenai pengenalan bentang lahannya. Dan objek yang menjadi pengamatan kami adalah Gunung Api Purba Nglanggeran itu sendiri.
Nglanggeran merupakan salah satu
wilayah gunung api purba yang terdapat di wilayah Baturagung, Bantul, DIY. Gunung
Api Purba Nglanggeran pada ketinggian 649 mdpl. Umur gunung api purba ini
diperkiraan hampir sama dengan gunung api purba lain, seperti Gunung Api Purba
Parangtritis, Gunung Api Purba Gadjah Mungkur dan lain-lain. Gunung Api purba ini tak lagi aktif dan hanya
menyisakan batu-batu besar hasil muntahanannya beberapa juta tahun silam.
Berdasarkan pengamatan
bentanglahan yang ada, yaitu terdiri dari bongkahan-bongkahan batu raksasa
hasil muntahan gunung api purba, pemukiman penduduk di sini mempunyai pola
mengelompok. Hal ini karena topografi di daerah ini sangat sedikit yang datar.
Batuan yang berada di kompleks Gunung Api Purba Nglanggreran adalah batuan
breksi gunung api, sesuai dengan asal usulnya yaitu gunung api. Tanahnya pun tergolong
subur. Hal tersebut lebih dikarenakan bentuklahan yang terdapat pada wilayah
Nglanggeran merupakan betuklahan vulkanik, terjadi akibat dari aktifitas magma
baik di dalam bumi yang bergerak menuju ke permukaan.
Dan hal itu dimanfaatkan menjadi
salah satu bentuk mata pencaharian masyarakatnya, sebagian besar adalah petani
yang masih mengandalkan sistem sawah tadah hujan. Selain itu, disisi lain
perbukitan dimanfaatkan sebagai kebun Kakao. Dan kesemuanya dijadikan bahan
pemenuh kubutuhan hidup masyarakatnya. Berbagai macam hewanpun ditemukan di
sini, seperti monyet, macan hutan, serangga dan lain-lain begitu juga berbagai
vegetasi yang tumbuh juga sangat bervariasi.
Semuanya bermuara pada rasa yang
sama dan mungkin inilah yang dinamakan asmara di Gunung Api Purba Nglanggeran,
sebuah rasa ingin kembali mengunjungi perbukitan yang selain terdapat banyak
hal didalamnya juga menawarkan sebuah panorama alam, lukisan khas Sang pemilik
hidup. Yang menghasilkan sebuah suasana nan nyaman, senyaman Daerah Istimewa
Yogyakarta. Dan semoga nantinya keadaan yang sama dapat tetap terjaga, hingga
kelak dimasa yang akan datang kami dapat kembali untuk mengenang asmara dari
sebuah Gunung Api Purba Nglanggeran.
Yogyakarta, 26 Mei 2012
_G I E_
Selasa, 15 Mei 2012
Merintis Geografi Perdesaan Untuk Rakyat
Harapan
awal yang muncul dari coretan ini yakni agar semoga apa yang tertuang
didalamnya, dari sebuah pemikiran sederhana tidak hanya menjadi sebuah coretan
belaka. Namun lebih dari sekadar itu, yang nantinya bisa menghembuskan sebuah
nafas perubahan dan perbaikan bagi negeri ini, Indonesia. Dan semoga judul dari
coretan ini bukan sekadar pemanis, yang tanpa ada makna ataupun tujuan yang
ingin diwujudkan. Karena perubahan akan perbaikan itu perlu dan hal tersebut
haruslah diperjuangkan.
Mewujudkan sebuah
perdesaan bagi rakyat berarti mengembalikan apa yang memang seharusnya hal
tersebut dimiliki oleh masyarakat desa seutuhnya dan tanpa ditopangi
kepentingan kelompok ataupun kepentingan pribadi. Yang mungkin hal ini sangat
kita rasakan seutuhnya. Dan mungkin hal itu pula yang masih membuat negara
Indonesia masih berada pada taraf negara berkembang dengan banyak lilitan
hutang. Dan coretan ini merupakan paradigma buah pemikiran sederhana generasi
muda yang turut prihatin dengan keadaan negara ini. Semoga nantinya kami bisa
ikut berkontribusi dalam membangun sebuah perubahan.
Merintis berarti memulai
sesuatu dari awal, melakukan hal yang dimulai dari titik nol atau dari titik
terendah. Yang lebih tepanya yakni membuka jalan baru menuju sesuatu hal yang
telah direncanakan. Berat memang terlihat, namun bila ada kemauan pasti
nantinya akan diberi sebuah jalan yang indah untuk menggapai impian itu. Maka
merintislah untuk rakyat.
Pesimis akan
pengembangan terhadap perdesaan pasti akan muncul, apalagi bagi masyarakat desa
itu sendiri. Rasa pesimis seolah selalu menggelayuti setiap langkahnya, pesimis
akan sulitnya perubahan, pesimis akan kesejahteraan hidup, dan pesimis terhadap
apa yang dapat dilakukannya untuk menjadikan hidup lebih baik dari keadaan saat
ini. Namun hal tersebut dapat dihilangkan dengan sebuah keyakinan bahwa
perubahan menuju perbaikna itu ada dan itu berada di tangan setiap orang,
tergantung dari usaha yang tercurahkannya.
Geografi perdesaan
adalah salah satu cabang dari ilmu geografi yang mempunyai spesifikasi mengenai
pemahaman mengenai perdesaan atau wilayah desa secara menyeluruh. Baik memahami
mengenai manusianya, lingkungan tempat tinggalnya, hingga interaksi diantara
keduanya. Serta masalah yang muncul dari interaksi tersebut, mulai dari
ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Sebuah ilmu yang menjadi rujukan
pembangunan sebuah negara, Karena dari desalah sebuah kehidupan masyarakat disebuah
negara dimulai. Keberagaman hal yang dicakup dalam ilmu geografi sejalan dengan
landasan dasar geografi itu sendiri yang dinyatakan oleh Finch dalam teorinya yakni,
“andaikata di permukaan bumi ini tidak ditemukan perbedaan serta keberagaman
fenomena fisis, sosial, ekonomi, serta budaya, maka tidak ada landasan dasar
eksistensi disiplin sains geografi” (Finch, 1951).
Perdesaan merupakan
sebuah tempat dimana masyarakatnya sebagian besar memenuhi kebutuhan hidupnya
dari kekayaan alam yang ada, dan sebagian besar mata pencahariannya adalah
menjadi petani. Hal ini tentu saja sangat berkenaan dengan lahan yang tersedia
masih luas. Keberadaannya yang tak bisa lepas dari kegiatan bercocok tanam ini
membuat kehadiran manusia di planet bumi ini memberikan penilaian, bahwasannya
manusia hidup dengan cara yang disebut food
gathering economics, yakni hunting,
fishing, dan meramu (Koentjaraningrat,
1967) yang berakibat pada manusia yang mulai menetap pada suatu wilayah.
Dengan perkembangannya
ini maka munculah sebuah pemikiran mengenai evolusi kehidupan manusia di
wilayah desa. Hal ini bermakna penting karena dapat menggambarkan tonggak
sejarah awal perkembangan dan kemajuan kehidupan manusia. Karena bermula dari
sebuah desa maka terciptalah sebuah tatanan hidup yang lebih maju yakni, kota. Adapun
kota yang pertama lahir yakni sekitar empat ribu tahun yang lalu merupakan
sebuah perkembangan berkelanjutan dari sebuah desa. Yang pada akhirnya
menggelitik pakar perkotaan klasik untuk memberikan konsepsinya mengenai hal
tersebut, Lewis Mumford (1938) yang menyatakan bahwa kota merupakan puncak dari
sebuah peradaban. Yang mempunyai makna tererat dari pemahaman akan pemikiran
seorang Lewis yakni kota merupakan puncak dari kemajuan proses perkembangan
sebuah desa.
Dalam perkembangannya
pun berujung pada sebuah perbedaan yang sangat mencolok diantara keduanya, desa
dan kota. Desa dengan segala kekurangan yang ada yang kemudian akan menciptakan
sebuah mindset masyarakat bahwa desa adalah bagian kecil dari sebuah wilayah
negara, hal tersebut terciptakan karena perkembangan dari desa sendiri yang
berkembang pada masa praindustri sehingga menghasilkan sebuah pencitraan bahwa
desa itu bersifat statis dan tradisional. Yang dimana semuanya menjadi
keterbalikan dari kota sendiri, sistem perkotaan yang berkembang pada masa
industrialisasi yang berakibat pada mindset yang tumbuh dalam masyarakat bahwa
kota mengalami kemajuan dalam berbagi bidang dengan sangat cepat, bahkan
melampaui perkembangan masyarakat desa dalam pelbagai bidang.
Di Indonesia sendiri
desa masih menjadi mayoritas perwilayahan, namun demikian desa tersebut memiliki
karakteristik yang hampir sama antara desa yang satu dengan yang lainnya.
Seperti pekerjaan yang digeluti oleh sebagian masyarakatnya yakni bekerja pada
sektor pertanian, homogenitas yang masih nampak dalam pelbagai aspek kehidupan,
dan yang paling menonjol yakni sifat sosial atau hubungan antar warganya yang
masih teramat kental. Yang kesemuanya tidak dimiliki oleh masyarakat kota.
Potensi yang dimiliki
oleh desa tentunya akan berbeda satu sama lain, dan hal ini pula yang harusnya
mampu untuk ditemukan dan digali oleh masyarakatnya sebagai sesuatu yang dapat
menjadi keunggulan. Karena saat ini realita yang ada penopang perekonomian
nasional adalah sektor industrialisasi. Dimana sebagian besar industri-industri
tersebut berada di daerah perkotaan. Memang tidak dipungkiri bahwa mengelola
suatu yang sudah muncul dipermukaan akan lebih mudah dibandingkan harus
menggali terlebih dahulu. Disini peran pemerintah menjadi sangat vital, karena
dengan segala kebijakan yang diambil secara tidak langsung akan berakibat pada berbagai
hal yang berkenaan dengan masyarakat luas. Selain itu saat ini kearifan
pemerintah menjadi hal yang paling dipertanyakan, karena seperti yang kita
ketahui bersama bahwa saat ini pemerintah lebih memaksimalkan atau mendorong
perkembangan ekonomi pada sektor industri, sedangkan sektor pertanian menjadi
sekadar pendamping ataupun pelengkap semata. Dan mungkin karena hal itu pulalah
yang kemudian menarik minat masyarakat perdesaan untuk melakukan sebuah
urbanisasi demi memperoleh sebuah kesejahteraan hidup. Yang pada dasarnya
urbanisasi tidak selamanya akan mampu menampung keinginan masyarakat urban,
karena pada titik tertentu sebuah urbanisasi akan mencapai puncaknya, dan
setelah itu bahkan hanya persoalan sosial yang akan muncul, dan yang paling populer
adalah pemukiman kumuh yang berada didaerah perkotaan yang semakin menambah
kepadatan. Sebenarnya hal yang paling arif adalah menjadikan kedua sektor ini,
industri dan pertanian, saling bersinambungan satu sama lain. Mungkin hal ini
pula yang masih menempatkan negara Indonesia pada tingkatan negara berkembang.
Seandainya hal tersebut dapat terwujud mungkin keadaan yang lebih baik dapat
diusahakan.
Menjadikan sektor
pertanian sebagai penopang ekonomi nasonal bukanlah hal yang tidak mungkin,
Vietnam dengan koordinasi yang solid antara pemerintah dan rakyatnya untuk
memaksimalkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi negaranya terbukti
dapat mengantarkan negara tersebut sebagai pengekspor beras terbesar
mengalahkan Thailand dan Indonesia sendiri. Dan itu hal yang mungkin bagi
Indonesia, apalagi didukung dengan tanahnya yang subur dan luas lahan di
Indonesia yang terhampar dari Sabang hingga ke ujung timur sana, Merauke.
Sebenaranya Indonesia sendiri sudah pernah mencapai titik tertinggi di kawasan
Asia Tenggara dengan menjadi lumbung padi, dimana saat itu pemerintah dibawah
kekuasaan presiden Soeharto pada jabatan
lima tahun pertamanya, mampu melakukan hal tersebut dengan swasembada berasnya.
Menjadikan sektor
pertanian sebagai penopang pembangunan ekonomi adalah hal yang patut
dicita-citakan oleh bangsa ini, bangsa yang sebagian masyarakatnya berdomisili
di desa. Meskipun hal tersebut tidak lantas terjadi begitu saja melainkan butuh
proses langkah demi langkah. Karena sesungguhnya sektor pertanian adalah sektor
yang menghasilkan bahan pangan yang menjadi kebutuhan primer, sehingga bukanlah
kendala yang besar untuk memasarkan hasil dari sektor pertanian itu sendiri.
Karena kendala terbesar yang dihadapi oleh petani-petani Indonesia adalah
sulitnya memasarkan hasil pertaniannya selain masalah persaingan dengan hasil
pertanian hasil impor dari negara tetangga.
Kekayaan melimpah yang
terdapat di sebuah negara adalah kawasan perdesaan, meskipun wilayah perkotaan
juga punya andil namun tak sebesar aset yang dimiliki desa. Di desa sumber daya
bisa dikatakan melimpah, mulai dari sumber daya alam hingga sumber daya
manusianya. Mungkin alasan ini yang membuat wilayah perdesaan dapat dijadikan
salah satu pondasi penopang pembangunan nasional.
Beraneka ragam sumber
daya yang dimiliki oleh perdesaan apabila mampu untuk dikembangkan secara
proporsional maka akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan
sekitarnya. Perdesaan yang masih mempunyai udara yang relatif bersih dan
suasananya yang tenang, mampu menjadikan daya tarik tersendiri bagi para
wisatawan yang merindukan suasana tersebut setelah bergelut dengan keadaan
perkotaan yang penuh dengan kesibukan. Dan apabila hal tersebut dapat terwujud
bukan tidak mungkin dengan pemanfaatan wilayah perdesaan yang seperti itu bisa
menjadikan penghambat tingginya angka urbanisasi. Karena dengan pemanfaatan terhadap
sumber daya manusianya maka akan banyak memberikan peluang masyarakat untuk
bekerja. Selain dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, dan hal ini
seirama dengan pemikiran yang menyatakan bahwa dengan pariwisata perdesaan
dapat menciptakan sebuah atmosfer pembangunan yang berkesinambungan (Oppermann,
1996; Crotts & Holland, 1993).
Dan kesemuanaya dapat
terlebur menjadi satu dalam sebuah semangat kebangkitan bangsa. Semangat yang lambat laun
mulai luntur oleh sebuah kepentingan golongan atau pribadi. Yang ingin
memperkaya diri mereka sendiri, musuh terbesar dalam sebuah kebangkitan bangsa
yakni koruptor. Sosok yang membuat kebangkitan bangsa ini semakin tersendat
kian lambat, yang tidak hanya memakan semangat tapi merusak tatanan yang
tersedia untuk mencapai sebuah perubahan.
Dengan menanamkan
semangat kebangkitan bangsa dapat dilakukan dengan mengusahakan perwujudan desa
untuk pembangunan yang berkelanjutan. Maksud dari hal tersebut ialah menjadikan
desa sebagai mortir yang akan selalu ada untuk sebuah pembangunan. Karena
dengan demikian maka pembangunan akan terus berjalan setapak demi setapak
hingga akhirnya akan mencapai sebuah tujuan bersama. Dan mungkin yang perlu
menjadi koreksi bagi para pemimpin kita adalah semangat yang mendasari meraka
dalam membangun negara ini. Terkadang mereka lupa dengan tujuan awal
dibentuknya republik ini, dan mereka lebih mementingkan kepentingan golongan
atau bahkan kepentingan pribadi, yang mana hal tersebut tidak akan membawa pada
sebuah perbaikan bangsa.
Kemiskinan merupakan
keadaan atau kondisi serba kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan akan sandang,
pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan dasar bagi anak-anak (Mubyarto dalam
Daldjoeni, 1986). Dalam proses membangun sebuah perdesaan agar mampu menjadi penopang
pembangunan sama artinya meningkatkan kemampuan rakyat dengan cara
mengembangkan dan mendinamisasikan potensinya, dan kedua langkah tersebut
adalah hal yang paling sesuai dan merupakan jembatan menuju perubahan Indonesia
kearah yang lebih baik. Karena perdesaan punya andil yang cukup besar dalam
mengiringi kemajuan bangsa ini. Pembangunan sendiri dapat dilihat dari tiga
sisi yakni, menciptakan iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang,
memperkuat potensi ekonominya lewat peningkatan pendidikan, kesehatan serta
terbukanya kesempatan untuk memanfaatkan peluang-peluang ekonomi, mengembangkan
ekonomi rakyat dan mencegah terjadinya persaingan yang tak seimbang, serta
mencegah eksploitasi golongan ekonomi kuat atas yang lemah (La Ode Muhamad Magribi,
2008). Sebagai penutup, semoga buah pemikiran yang telah dijabarkan dapat
memberikan sebuah pemantik untuk tetap berkontribusi menuju sebuah langkah
perubahan Indonesia yang lebih baik. Salam Perubahan!
Yogyakarta, 7 Mei 2012
_G I E_
Langganan:
Komentar (Atom)























