Hal ini yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan laten yang kemudian berkembang menjadi sebuah dilema yang secara langsung akan dirasakan oleh kaum muslimin. Maka kita sebagai kaum muda sudah saatnya memikirkan solusi apa yang dapat diambil untuk memecahkan mesalah yang cukup pelik yang akan terus melanda ibu pertiwi dalam menetukan baik awal Ramadhan atau Awal Syawal. Hal yang terus bergantian secara terus menerus tiap tahunnya. Sebagai kaum muslimain seharusnya kita amalu pada terjadinya perbedaan yang sangat tak masuk akal ini, kita yang akatnay umat yang satu, bahkan dalam menetukan sebuah tanggal 1 saja kita berbeda, sebuah anomali yang hampir buntu pemecahannya. Ini terjadi karena beberapa hal yang melatar belakanginya antara lain, Negeri kita ini yang mempunyai dua pegangan yang secara kebetulan hal ini dipegang pula oleh dua golongan besar yang berkembang dan ada, antara Muhammadiyah dan Nahdiyyin, serta pegangan bangsa kita yang memegang erat bahwasannya yang menjadi patokan negeri kita adalah bulan yang ada di kawasan Ibu pertiwi, dari Sabang-Merauke, sehingga kita terlihat menutup mata untuk hal ini yang sebenarnya dalam menetukan hal ini adalah urusan duniawi sehingga tak terlalu mengikat seperti apa yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad. Namun bila kita mampu dan mau untuk mebuka mata sebenarnya hal ini dapat teratasi, sayangnya ahl ini pulalah yang masih belum dimiliki para pemimpin kita. Jelasnya Nabi memang membenarkan kedua cara ini, namun secara duniawi ini adalah berakitan denga bulan dan perubahan masa ke masa pasti akan mempengaruhi hal ini, dan hal ini pun di perbolehkan Nabi yakni dengan menghitung apabila sekiranya ada beberapa hal yang mempengaruhi kemunculan bulan. Tulisan ini juga bukan berarti kami berpihak bahkan menyalahkan yang lain. Namun sejujurnya ini merupakan sebuah rasa kegelisahan yang muncul dari pribadi yang mungkin sampai saat ini hanya bisa memberikan masukan untuk peruibahan yang lebih baik melalui coretan-coretan ini. Namun saya pun tak pernah berhenti untuk selalu berusaha dan berdoa semoga kedepannya kami dapat ikut memperbaiki anomali bangsa dalam menetukan awal bulan Ramadha dan Syawal. Wallahu'alam..
@Masjid Mardiyah ,Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar