Ini tentang sebuah
masa. Masa dimana kami semua tergabungkan dalam satu keluarga nan besar.
Terdiri dari empat puluh anak, yang kesemuanya adalah manusia – manusia yang
terlahir ke bumi Allah ini dengan fitrahnya masing – masing.
Dari anak pegunungan di ujung sana, anak kota yang tetap santun dengan pola tingkahnya, lalu anak desa yang sangat polos, termasuk saya ini. Pertama kali kami dikumpulkan, kami masuk dalam sebuah ruang dengan ukuran hampir 64 m², dengan warna hijau nan asri mengelilingi kami, taburan hiasan yang ada di setiap sisi dinding mulai dari gambar sepasang pemimpin negeri ini dengan senyuman yang khas, yang terpisahkan oleh sebuah lambang negara yang sangat gagah,burung garuda,lalu tokoh2 dunia yang telah banyak berkontribusi untuk negerinya dan pada bidangnya masing2, berbagai diagram statistik seperti jumlah penduduk, pendapatan per kapita dsb. Yang semakin menjelaskan bahwa kelas sementara yang kami tempati ini adalah ruang kelas mata pelajaran ekonomi dan kesemuanaya semakin memotivasi kami untuk menimba ilmu di sini (SMA GANESHA). Awalnya suasana kelas kami ini sangat tak kondusif, mereka sibuk dengan urusannya masing2, diam tanpa saling sapa bahkan untuk sekadar kenalan. Kami adalah kumpulan anak2 yang tergabungkan oleh sistem random, dimana setiap kelas harus terbagi rata jumlah siswanya dari kelas X-1 hingga X-9. Kami kini menjadi penghuni baru warga PAINEM*, sebuah nama yang entah dari mana kisahnya. Aneh memang, tapi inilah kami...
Dari anak pegunungan di ujung sana, anak kota yang tetap santun dengan pola tingkahnya, lalu anak desa yang sangat polos, termasuk saya ini. Pertama kali kami dikumpulkan, kami masuk dalam sebuah ruang dengan ukuran hampir 64 m², dengan warna hijau nan asri mengelilingi kami, taburan hiasan yang ada di setiap sisi dinding mulai dari gambar sepasang pemimpin negeri ini dengan senyuman yang khas, yang terpisahkan oleh sebuah lambang negara yang sangat gagah,burung garuda,lalu tokoh2 dunia yang telah banyak berkontribusi untuk negerinya dan pada bidangnya masing2, berbagai diagram statistik seperti jumlah penduduk, pendapatan per kapita dsb. Yang semakin menjelaskan bahwa kelas sementara yang kami tempati ini adalah ruang kelas mata pelajaran ekonomi dan kesemuanaya semakin memotivasi kami untuk menimba ilmu di sini (SMA GANESHA). Awalnya suasana kelas kami ini sangat tak kondusif, mereka sibuk dengan urusannya masing2, diam tanpa saling sapa bahkan untuk sekadar kenalan. Kami adalah kumpulan anak2 yang tergabungkan oleh sistem random, dimana setiap kelas harus terbagi rata jumlah siswanya dari kelas X-1 hingga X-9. Kami kini menjadi penghuni baru warga PAINEM*, sebuah nama yang entah dari mana kisahnya. Aneh memang, tapi inilah kami...
Awalnya tergabung dalam kelas ini terasa mengerikan,
karena antar satu dengan yang lainnya masih awam. Mungkin semua penghuni kelas
ini adalah raksasa² ilmu dari biologi, fisika, kimia atau bahkan matematika.
Hingga tiba suatu masa dimana kelas ini sudah hampir berjalan sebulan bersama,
dan semua pikiran² itu ternyata salah besar, PAINEM* ternyata bukan seperti apa yang dipersepsikan
oleh kami semua, karena pada kenyataannya kami ini adalah kumpulan anak yang
aneh. Tidak begitu eksis, tak pernah di publish,
terlalu diam dan seperti tak ada nyali. Seiring berjalannya waktu, masa
itupun berputar melawan apa yang mencirikan kelas kami dari tanggapan berbagai
guru mapel. Kelas kami bahkan punya potensi yang sangat luar biasa besar yang
tak pernah tersentuh tangan² ajaib guru kami. Hampir disemua mapel kami punya
voulenteernya, dari mulai bahasa, mipa, agama dan berbagai bidang seni. Entah energi
apa yang meledakkan kami hingga yang tadinya tak ingin begitu dikenal bahkan
lambat laun kelas kami popular dengan
sendirinya, inilah PAINEM* yang saya tau...
Inilah masa SMA kami, masa yang benar-benar menakjubkan
dan lebih dari sekadar luarbiasa, yang semoga akan selalu terkenang hingga hela
nafas ini tak mampu lagi mendetakkan otot jantung kami. Empat puluh manusia yang
kini telah menyebar ke berbagai belahan Indonesia (masih cakupan
Jawa&Sulawesi). Walau kini kami sudah pada ranah rantau kami masing², untuk
mewujudkan mimpi² masa SMA kami, semoga nantinya kami dapat berkumpul lagi
disebuah masa, masa dimana kami tersenyum dengan senyuman paling indah... :)
“Kelak masa pasti kan berganti,
Mengikis semua kenangan yang telah kita
lalui,
Namun semoga suatu hari nanti,
Kita bertemu untuk mengingat masa-masa
ini,
Masa kejayaan kita yang tak akan pernah
berlalu,
Dan tetap tertata rapi dalam hati dan
sanubari”
*note: perubahan nama
disesuaikan dengan kondisi
PAINEM > OCEAN > Soesno2djie in Ocean
Yogyakarta, Maret 2012
RIDLO GILANG WICAKSONO


Tidak ada komentar:
Posting Komentar