Sabtu, 14 April 2012

Jalan Cinta Aktivis

           “Sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya”, sebuah petikan kalimat yang muncul dari sebuah pemikiran sederhana seorang Hasan al-Bana yang kemudian mampu untuk menggubah jiwa muda yang haus akan perubahan. Pembuka sebuah coretan tangan yang mencoba memahami makna kiprah yang ada dalam sosok mahasiswa, sekaligus sedikit penggambaran tentang peran, pribadi, karakter, hingga berakhir pada jalan cinta yang dipilih sebagai langkah awal dalam berkiprah untuk menjadi sosok yang mampu dan mau berkontribusi bagi orang lain dan teruntuk rakyat tanah ibu pertiwi ini.
            Coretan ini akan dimulai dengan penggambaran peran dalam kiprahnya sebagai mahasiswa. Secara umum mahasiswa hanyalah kaum intelektual yang beruntung dari ratusan juta pemuda yang ada di negeri ini, yang kemudian tergabungkan dalam sebuah wadah, tempat menempa ilmu dan batu loncatan untuk meraih mimpi, yang kemudian dikenal dengan Perguruan Tinggi atau Universitas. Namun itu tak dapat menggambarkan mahasiswa secara keseluruhan, karena selain berperan sebagai mahasiswa dilain sisi juga mereka dituntut sebagai kaum yang berada dan berdiri sejajar dengan rakyat, penyampai aspirasi yang diharapkan mampu berdiri di garda terdepan. Ada tiga hal yang menjadi peranan bagi mahasiswa yakni agen perubahan (agent of change), kekuatan moral (moral force), dan yang terakhir adalah cadangan keras (iron stock).
            Namun dari ketiga peranan tersebut, saya lebih suka memaknainya dalam sebuah istilah yang dapat meleburkan ketiga peranan tersebut yakni pembuat perubahan. Sosok yang bisa dikatakan lebih dari sekadar agen melainkan menjadikannya sosok kreator perubahan, karena pada dasarnya agen hanyalah sosok yang berperan sebagai perantara belaka, sedangkan kreator sendiri lebih kepada pencipta atau pencutusnya, yang dalam bahasa kesehariannya lebih  dikenal dengan creator of change. Mahasiswa seperti inilah yang sangat diidamkan, namun sayangnya hanya segelintir mahasiswa yang memaknai dan mau memposisikan dirinya dalam peranan tersebut, miris memang tapi beginilah yang ada di keadaan yang sebenarnya. Peran strategis inilah yang seharusnya dimiliki oleh kaum elit, kaum intelektual, dan kaum samudra pemikiran, peranan yang dapat memposisikan  pada takaran dimana dia mampu membawa dirinya kepada sebuah perubahan. Hal terkecil yang dapat dilakukan oleh mahasiswa sebagai kreator perubahan yaitu diawali dengan pembuktian dalam mengatasi tantangan sebagai seorang aktivis. Seperti yang kita pahami bersama bahwasanya seorang aktivis adalah orang yang mampu mengampu sesuatu yang bukan menjadi bidangnya. Hal itu dapat digambarkan dengan indeks nilai seorang aktivis yang tetap berada pada posisi terbaik, karena dengan hal tersebutlah kita dapat membuktikan bahwa menjadi seorang yang aktif bukan pada bidangnya, tidak akan mengganggu aktivitas kita sebagai seorang mahasiswa dan hal itu akan mengubah paradigma para kawan kita yang mungkin punya cara pandang yang berbeda tentang sosok mahasiswa yang berperan sebagai aktivis kampus.
            Kemudian kita akan berlari untuk mengenal lebih mendalam mengenai sifat yang melekat pada pribadi seorang mahasiswa. Dan pertanyaan awal yang akan mencuat yakni, pribadi yang seperti apakah yang dapat mencirikannya sebagai pribadi seorang aktivis mahasiswa?  Jika pertanyaan tersebut dijabarkan dengan rinci mungkin itu akan sangat luas pemahamannya. Namun disini saya akan membahasnya secara sederhana, kepribadian yang mencirikan seseorang sebagai seorang mahasiswa ialah pribadi yang dapat bermanfaat bagi orang lain bahkan lingkungan sekitarnya. Karena dimensi kepribadian itu sendiri mencakup dua hal, yakni ke dalam dan ke luar. Dimana keduanya sangat penting dan saling bersinergi. Dan dari kedua hal tersebut akan menciptakan sebuah kepribadian teladan yang akan lebih mengerucut lagi pada penghasilan sebuah figur, kepribadian yang dapat dijadikan anutan bagi orang lain yang akan membawanya pada keadaan yang semakin baik dari keadaan awal. Figur itu sendiri tak lepas dari berbagai hal yang kita lakukan dalam kegiatan keseharian kita. Bila kesemuanya dibawa pada ranah organisasi maka disini sosok figur kepribadian itu sangat diperlukan sebagai sutradara, yang akan menahkodai sebuah pertunjukan besar, karena belum tentu semua aktor yang berperan dalam pertunjukan ini sudah memahami bahwasanya mereka sedang ditunggu oleh khalayak luas agar mampu menampilkan sebuah pertunjukan besar. Disinilah figur kepribadian teladan seseorang dijadikan pijakan oleh anggota lain untuk mencapai sebuah tujuan besar yang telah dirumuskan bersama.
            Setelah berlari sebelumnya, maka untuk selanjutnya kita akan sedikit menyelami lautan karakter mahasiswa dalam bahasan kali ini. Karaketer seorang mahasiswa itu sendiri akan  terus  berkembang   seiring   jalannya   waktu dan dari berbagai proses pembelajaran. Tempat  dari  proses  pembentukan    karakter     mahasiswa    adalah    kampus.                                                Tempat   kesehariannya bertemu dan berinteraksi dengan oranglain, yang tiap masing-masing orang punya karakter yang mencirikan dirinya dan membedakannya dengan orang lain. Dan karakter dari seorang mahasiswa adalah karakter dengan semangat kontribusi. Dari kebanyakan orang mungkin masih berpikiran bahwa dirinya akan mampu berkontribusi manakala dirinya sudah mampu untuk mencukupi berbagai kebutuhan hidupnya lalu baru ia mampu berkontribusi. Sebenarnya kita yang beruntung bisa menjadi mahasiswa, punya pandangan yang lebih luas lagi tentang hal itu, karena saat ini kita bahkan dapat berkontribusi dalam berbagai lini. Dan itu tidak perlu dilakukan dengan hal-hal yang terwujud dalam sesuatu yang massive, karena dari banyak lini yang ada dalam kehidupan kampus dapat dijadikan sebuah ruang untuk menciptakan karakter kita yang kemudian dapat berkontribusi pada sesuatu yang lebih besar untuk menunjang kemajuan bangsa ini nantinya. Karena bangsa ini masih menanti jiwa yang punya karakter kontribusi, dan itu ada didalam jiwa seorang pemuda.
            Dari kesemuanya yang ada dalam diri mahasiswa, tertatih dalam langkah setapak melewati sebuah jalan. Dan jalan ini sangat berbeda dari jalan-jalan yang ada, karena jalan ini ditapaki oleh orang yang mau meluangkan waktu, memberikan gagasan, dan mencurahkan tenaganya untuk ikut berkontribusi bersama. Dan jalan itu adalah jalan cinta, sebuah jalan yang hanya mengharap ridho-Nya dan langkah awal untuk merintis sebuah perubahan yang lebih baik. Jalan yang telah mempertemukan kita dalam sebuah wadah organisasi dan persaudaraan ini, yang akan terus mengenang hingga kelak kita dapat benar-benar merealisasikan perubahan besar itu untuk negeri tercinta ini, Indonesia.
            Jalan ini terasa semakin terjal dan membatu ketika banyak orang yang beranggapan bahwa jalan yang kita pilih ini adalah jalan yang hanya dijadikan jembatan untuk sekedar mengisi kekosongan waktu dan hanya untuk mencari kesibukan serta lebih kepada pencarian popularitas semata. Tapi entahlah apa kata mereka, saya akan tetap berjalan karena sampai saat ini saya merasa bahwa inilah jalan yang sangat indah, jalan yang dimana kita tak mengharap banyak pada sebuah pengakuan, tapi ini lebih kepada jalan kecil atau titian untuk menuju sebuah langkah besar untuk mewujudkan apa itu yang dinamakan perubahan, hal yang selalu digadang-gadangkan oleh banyak orang dan saya pikir inilah awal langkahnya, melalui jalan cinta. Yia jalan cinta, jalan yang menjadi realisasi dari kiprah mahasiswa yang sebenarnya!



Yogyakarta, 15 April 2012
              _G I E_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar