“Sebuah pemikiran itu akan berhasil
diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di
jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk
beramal dan berkorban dalam mewujudkannya”, sebuah petikan kalimat
yang muncul dari sebuah pemikiran sederhana seorang Hasan al-Bana yang kemudian
mampu untuk menggubah jiwa muda yang haus akan perubahan. Pembuka sebuah
coretan tangan yang mencoba memahami makna kiprah yang ada dalam sosok
mahasiswa, sekaligus sedikit penggambaran tentang peran, pribadi, karakter,
hingga berakhir pada jalan cinta yang dipilih sebagai langkah awal dalam
berkiprah untuk menjadi sosok yang mampu dan mau berkontribusi bagi orang lain
dan teruntuk rakyat tanah ibu pertiwi ini.
Coretan ini akan dimulai dengan
penggambaran peran dalam kiprahnya sebagai mahasiswa. Secara umum mahasiswa
hanyalah kaum intelektual yang beruntung dari ratusan juta pemuda yang ada di
negeri ini, yang kemudian tergabungkan dalam sebuah wadah, tempat menempa ilmu
dan batu loncatan untuk meraih mimpi, yang kemudian dikenal dengan Perguruan Tinggi
atau Universitas. Namun itu tak dapat menggambarkan mahasiswa secara
keseluruhan, karena selain berperan sebagai mahasiswa dilain sisi juga mereka
dituntut sebagai kaum yang berada dan berdiri sejajar dengan rakyat, penyampai
aspirasi yang diharapkan mampu berdiri di garda terdepan. Ada tiga hal yang
menjadi peranan bagi mahasiswa yakni agen perubahan (agent of change), kekuatan moral (moral force), dan yang terakhir adalah cadangan keras (iron stock).
Namun dari ketiga peranan tersebut,
saya lebih suka memaknainya dalam sebuah istilah yang dapat meleburkan ketiga
peranan tersebut yakni pembuat perubahan.
Sosok yang bisa dikatakan lebih dari sekadar agen melainkan menjadikannya
sosok kreator perubahan, karena pada dasarnya agen hanyalah sosok yang berperan
sebagai perantara belaka, sedangkan kreator sendiri lebih kepada pencipta atau pencutusnya,
yang dalam bahasa kesehariannya lebih
dikenal dengan creator of change.
Mahasiswa seperti inilah yang sangat diidamkan, namun sayangnya hanya
segelintir mahasiswa yang memaknai dan mau memposisikan dirinya dalam peranan
tersebut, miris memang tapi beginilah yang ada di keadaan yang sebenarnya.
Peran strategis inilah yang seharusnya dimiliki oleh kaum elit, kaum
intelektual, dan kaum samudra pemikiran, peranan yang dapat memposisikan pada takaran dimana dia mampu membawa dirinya
kepada sebuah perubahan. Hal terkecil yang dapat dilakukan oleh mahasiswa
sebagai kreator perubahan yaitu diawali dengan pembuktian dalam mengatasi
tantangan sebagai seorang aktivis. Seperti yang kita pahami bersama bahwasanya
seorang aktivis adalah orang yang mampu mengampu sesuatu yang bukan menjadi
bidangnya. Hal itu dapat digambarkan dengan indeks nilai seorang aktivis yang
tetap berada pada posisi terbaik, karena dengan hal tersebutlah kita dapat
membuktikan bahwa menjadi seorang yang aktif bukan pada bidangnya, tidak akan
mengganggu aktivitas kita sebagai seorang mahasiswa dan hal itu akan mengubah
paradigma para kawan kita yang mungkin punya cara pandang yang berbeda tentang
sosok mahasiswa yang berperan sebagai aktivis kampus.
Kemudian kita akan berlari untuk mengenal
lebih mendalam mengenai sifat yang melekat pada pribadi seorang mahasiswa. Dan
pertanyaan awal yang akan mencuat yakni, pribadi yang seperti apakah yang dapat
mencirikannya sebagai pribadi seorang aktivis mahasiswa? Jika pertanyaan tersebut dijabarkan dengan
rinci mungkin itu akan sangat luas pemahamannya. Namun disini saya akan
membahasnya secara sederhana, kepribadian yang mencirikan seseorang sebagai
seorang mahasiswa ialah pribadi yang dapat bermanfaat bagi orang lain bahkan
lingkungan sekitarnya. Karena dimensi kepribadian itu sendiri mencakup dua hal,
yakni ke dalam dan ke luar. Dimana keduanya sangat penting dan saling
bersinergi. Dan dari kedua hal tersebut akan menciptakan sebuah kepribadian
teladan yang akan lebih mengerucut lagi pada penghasilan sebuah figur,
kepribadian yang dapat dijadikan anutan bagi orang lain yang akan membawanya
pada keadaan yang semakin baik dari keadaan awal. Figur itu sendiri tak lepas
dari berbagai hal yang kita lakukan dalam kegiatan keseharian kita. Bila
kesemuanya dibawa pada ranah organisasi maka disini sosok figur kepribadian itu
sangat diperlukan sebagai sutradara, yang akan menahkodai sebuah pertunjukan
besar, karena belum tentu semua aktor yang berperan dalam pertunjukan ini sudah
memahami bahwasanya mereka sedang ditunggu oleh khalayak luas agar mampu
menampilkan sebuah pertunjukan besar. Disinilah figur kepribadian teladan
seseorang dijadikan pijakan oleh anggota lain untuk mencapai sebuah tujuan
besar yang telah dirumuskan bersama.
Setelah berlari sebelumnya, maka
untuk selanjutnya kita akan sedikit menyelami lautan karakter mahasiswa dalam
bahasan kali ini. Karaketer seorang mahasiswa itu sendiri akan terus berkembang
seiring
jalannya waktu dan dari berbagai proses pembelajaran. Tempat
dari proses pembentukan
karakter mahasiswa adalah
kampus.
Tempat kesehariannya bertemu dan
berinteraksi dengan oranglain, yang tiap masing-masing orang punya karakter
yang mencirikan dirinya dan membedakannya dengan orang lain. Dan karakter dari
seorang mahasiswa adalah karakter dengan semangat kontribusi. Dari kebanyakan
orang mungkin masih berpikiran bahwa dirinya akan mampu berkontribusi manakala
dirinya sudah mampu untuk mencukupi berbagai kebutuhan hidupnya lalu baru ia
mampu berkontribusi. Sebenarnya kita yang beruntung bisa menjadi mahasiswa,
punya pandangan yang lebih luas lagi tentang hal itu, karena saat ini kita
bahkan dapat berkontribusi dalam berbagai lini. Dan itu tidak perlu dilakukan
dengan hal-hal yang terwujud dalam sesuatu yang massive, karena dari banyak lini yang ada dalam kehidupan kampus dapat
dijadikan sebuah ruang untuk menciptakan karakter kita yang kemudian dapat
berkontribusi pada sesuatu yang lebih besar untuk menunjang kemajuan bangsa ini
nantinya. Karena bangsa ini masih menanti jiwa yang punya karakter kontribusi,
dan itu ada didalam jiwa seorang pemuda.
Dari kesemuanya yang ada dalam diri mahasiswa,
tertatih dalam langkah setapak melewati sebuah jalan. Dan jalan ini sangat
berbeda dari jalan-jalan yang ada, karena jalan ini ditapaki oleh orang yang
mau meluangkan waktu, memberikan gagasan, dan mencurahkan tenaganya untuk ikut
berkontribusi bersama. Dan jalan itu adalah jalan cinta, sebuah jalan yang
hanya mengharap ridho-Nya dan langkah awal untuk merintis sebuah perubahan yang
lebih baik. Jalan yang telah mempertemukan kita dalam sebuah wadah organisasi
dan persaudaraan ini, yang akan terus mengenang hingga kelak kita dapat
benar-benar merealisasikan perubahan besar itu untuk negeri tercinta ini,
Indonesia.
Jalan ini terasa semakin terjal dan
membatu ketika banyak orang yang beranggapan bahwa jalan yang kita pilih ini
adalah jalan yang hanya dijadikan jembatan untuk sekedar mengisi kekosongan
waktu dan hanya untuk mencari kesibukan serta lebih kepada pencarian
popularitas semata. Tapi entahlah apa kata mereka, saya akan tetap berjalan karena
sampai saat ini saya merasa bahwa inilah jalan yang sangat indah, jalan yang
dimana kita tak mengharap banyak pada sebuah pengakuan, tapi ini lebih kepada
jalan kecil atau titian untuk menuju sebuah langkah besar untuk mewujudkan apa
itu yang dinamakan perubahan, hal yang selalu digadang-gadangkan oleh banyak
orang dan saya pikir inilah awal langkahnya, melalui jalan cinta. Yia jalan
cinta, jalan yang menjadi realisasi dari kiprah mahasiswa yang sebenarnya!
Yogyakarta, 15 April 2012
_G I E_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar