Kamis, 23 Agustus 2012

Pilihan

240812. Karena berbagai hal, sehingga saya memutuskan untuk lebih menggunakan Tumblr.com sebagai sarana blogging saya. Jadi, untuk beberapa saat saya akan sedikit atau mungkin banyak untuk lebih aktif di Tumblr daripada Blogspot ini,. Silahkan kunjungi     benangbundet.tumblr.com
yg isinya pun tak jauh dari blog saya sebelumnya. Nuwun.

Jumat, 10 Agustus 2012

Mereka (PSDM'ers) di mata saya!

S
ebenarnya niat untuk menulis hal ini sudah ada sejak lama, mungkin karena beberapa hal sehingga baru saat ini saya sempat menuliskannya. Coretan ini sejujurnya bukan ingin bermaksud apa², sekedar penilaian sekilas saja, jujur dan tentunya apa adanya tanpa tambahan apapun kok, intinya natural datang dari pemikiran jernih pribadi saya. Karena saya pikir menliai kalian dari berbagai sisi dan aspek adalah hal yang menarik dan alasan yang menguatkan lainnya yakni karena saya rasa kalian sudah menjadi bagian dari perjalanan saya selama hampir 2 semester di kampus Geografi. Sebuah tempat penampung mahasiswa (baca: saya) yang tersesat, tapi mungkin ini pula jalan dari-Nya yang kemudian mempertemukan kita dalam sebuah ukhuwah. Dan semoga berawal dari kampus ini, kita nantinya bisa melejit bak kereta Shinkansen yang kemudian menjadi sebuah moda transportasi yang menjadi jalan keluar bagi permasalahan mobilitas warga Jepang dan semoga layaknya kereta tersebut kita mampu membawa perbaikan bagi Ibu pertiwi tercinta ini.
                   Banyak hal yang sudah dilalui bersama kalian, semua berawal dari Open Recruitmen BEM KM FGE, kemudian entah apa yang membuat kita terkumpul dalam sebuah departemen atau mungkin memang ini sudah dituliskan-Nya. Wallahu’alam. Semua berjalan begitu cepat hingga kita saat ini sudah berada dipertengahan kepengurusan. Rapat, diskusi, obrolan, sharing, dan berbagai kegiatan lainnya seolah tak menjadi beban bahkan mungkin malah menjadi obat penawar ditengah kepadatan kuliah dan kepenatan praktikum. Satu hal yang membuat nyaman yakni gelak tawa dan senyum tulus kalian yang selalu terpancarkan itulah, dan mungkin itulah insulin alamiah yang pernah ada. Semoga kisah ini akan tetap terkenang hingga raga mencapai batasnya, meski mungkin nantinya kalian akan menjadi sosok luar biasa dan saya harap kalian tetap menjadi apa yang saya kenal.







Faishalia Asta Rasyadi atau lebih akrab dengan Ais. Awal sya tahu dan sekadar kenal pada saat pertama kali ada pertemuan seluruh anggota baru BEM KM FGE tepatnya digedung Balairung. Meski itu sudah hampir satu semester namun sya memang baru benar-benar tahu. Dari sejak awal memang sudah bisa dipastikan kalo cwe yg satu ini tipikal yg ceriwis, itu pandangan pertama sya. Selain itu ternyata tipe yg supel, humble, dan salah satu perpustakaan yang menjadi langganan sya tuk sekadar mengikuti rilis terbaru buku². Satu kalimat yang paling sya ingat yakni, “..yaudah si Gil..”, itu adalah kalimat wajib yg pasti keluar saat mempertahankan apa yg sya tentang. Partner yang paling mampu mengerti dan sosok pekerja keras. Dan yg paling aneh, sampai saat ini dia nda mau kalo dibilang “gendut” atau apalah, aneh kan? Dan yang paling buruknya kalo dah tidur apapun jadi ilang dalam sekejap, entah itu ada tugas, janji, dan rapat. Cwe yg pingin jadi ahli geografi ini punya cita² bsa kuliah di Jerman, smoga itu bsa tercapai. Dan yg terakhir, kita emang pengkhayal kelas wahid, sampai² kita sepakat buat berkunjung ke Bunaken, tempat diving terindah yg pernah ada di tanah para pahlawan ini, smoga ditahun 2018 bisa terwujud yak!








Tiara Ayu Lestari. Meskipun satu prodi tapi sya jga nda bgitu tahu ttg cwe yg satu ini, mngkin jga karna tipe sya yg nda bgtu peka dg cwe² di kampus. Awal yg membuat sya tahu cwe yg satu ini yakni saat kita ujian Pengantar Geologi, dimana ia berada pukul 2 atau skitar 17° dari arah depan sya. Jujur sya dibuat tercengang dg langkahnya yg memutuskan keluar dari ruang dmana sbagian yg lain sdang kewalahan dg soal yg super aneh mengenai umur batuan yg diberiakn oleh bapak Djati, dengan santainya dia walk out. Luar biasa! karna mngkin penasaran hingga akhirnya sya tahu kalo cwe walk out itu adalah Ara. Salah satu cwe dari 21 anak rantau asli Bangka yg masuk ke kampus ini di tahun 2011, mngkin sbagian yg lain memang studi ke luar seperti apa yg ia kisahkan. Mungkin memang benar adanya menyoal pulau pemimpi itu. Diantara cwe PSDM mngkin bsa dikatakan yg paling kalem, baik hati, mandiri, sante tapi terkadang terkesan apatis, dan penyabar tentunya (buktinya Ara bsa bertahan di seminar Anti-Korupsi @FEB yia ± 9 jam). Satu kata yg terkesan aneh bila diucapnya mungkin ini bedanya antara lidah Bangka dan Jawa, “sekedap”, kata yg seharusnya punya kesan halus dan alamiah berubah jadi aneh dan tanpa kesan, blank. Cwe yg satu ini fokus di bidang pariwisata dan pnya obsesi buat kuliah di Australia, lalu balik ke Indonesia dan punya tempat pariwisata sendiri dan bukan jadi Tour Guide !! Amin,








 


Atika Perwita Sari Putri. Kasus buat cwe ini hampir sama dengan Maray, sosok yang pendiem, paling anteng, dan peredam suasana bising. Hingga akhirnya kami nobatkan kedua cwe ini sebagai Pasangan Emas, kyak Tsubasa-Misaki. Gak bnyak yang bisa saya nyatakan karena emang orangnya aja jarang bersua, mungkin emang kalah saing kerasnya sama TOA. Tapi keseluruhan Tika ini tipe cwe baik² kok, untuk mimpinya pun sya nda punya kisah darinya, tapi semoga dengan kuliah di PW bisa membawa perubahan ke arah yg lebih baik buat dusun Kasihan.











Ica Elismetika Komra. Sejak awal sebenarnya sya tahu sma cwe yg satu ini, meskipun sekadar tahu, nama yang saya tahu awalnya Komra soalnya kedengarannya asing aja buat orang Jawa. Kebetulan kita dulu satu klaster waktu kegiatan fm2gm tapi tetep aja sya sendiri nda “ngeh”. Kesan pertama kenal si Komra yang kemudian lebih akrab dg panggilan Ica yakni nggak kalah ceriwisnya sama si Ais, mungkin mereka emang dah kaya Nakula-Sadewa, tokoh pewayangan yang kembar, tapi menyoal ini mereka kembar ceriwisnya. Dan sejak itu sya lebih suka mengenal mereka dengan Icis. Tapi cwe yang satu ini punya kemampuan yang luar biasa dibanding yang lain yakni tingkat kamuflasenya yang sudah expert, terkadang dia keluar aslinya tapi kalo lagi didepan orang banyak atau dengan orang baru kelihatannya tuh diem&kalem, padahal sebenranya nda seperti itu, 180° terbalik. Satu lagi yg khas dari cwe asli Palembang ini yakni suaranya yang menggelegar, apalagi kalo lagi ketawa dan terkadang itu pula yg bikin kita malu kalo lagi jalan. Mungkin Ica emang terlahir dengan gelombang suara diatas rata-rata, bukan lagi audiosonik tapi ultrasonik, bunyi dengan frekuensi >20.000 Hz setara kemampuannya lumba² atau kelelawar tapi versi cwe. Ini pula yang bikin kami lebih mengenal Ica dengan sebutan TOA. Alat pengeras suara yg biasanya dipake di Mushola atau Masjid "jaman doeloe". Sifat pada dasarnya baik, total dalam segala hal, punya jiwa sosial tinggi (buktinya dia jadi anggota PSDM yg paling rajin berkunjung ke desa mitra) dan yg nggak boleh ketinggalan yakni bawelnya. Nda beda sama pasangannya (Ais), kalo udah tidur bakalan hibernasi deh, lupa dengan segala janji dan kewajibannya. Mobilitas utamanya yakni dengan ojek cinta.nya (soalnya setia banget si ojek.na) yg akan selalu mengantar kemana pun ia pergi, Rp 15.000/PP Kosan-Kampus, dan cwe yg satu ini bisa dikatakan jarang bahkan hampir nda pernah yg namanya nyuci baju sendiri, Cwe Laundry, bukan males tapi alergi detergen salah satu alasan paling naïf. Meskipun demikian Ica pnya mimpi kulaih di Jerman lho, tapi akhir² ini jadi rada bimbang dengan adanya Couple Packet (Pasutri gitu). Dan sebagai penutup, Ica merupakan cwe paling rentan galau diantara PSDM’ers yg lain. Peace cak !









Maria Ayu Rosita Dewi. Atau biasa disingkat Maray, entah siapa yg pertama mengubah nama panggilan.na, tapi selama kami nyaman itu nda masalah dan mana mungkin seorang Maray akan berontak. Saya kenal dan pertama kali tahu yia pada saat masuk di BEM ini. Satu²nya anak KPJ di keluarga ini, tapi itu tak menjadi benteng penghalang bagi kami. Cwe Kartasuro ini merupakan cwe paling anteng dan diem serta sosok pemikir sejati, mungkin kalo dilombain ma anak Filsafat nda kalah deh. Dia merupakan peredam kebisingan pada saat kami rapat, terkadang xpresi atau celetuknya membuat kami tenang, entah itu karena yg keluar nda sinkron, aneh, atau mungkin buah pemikiran yg bertolak belakang dg apa yang kami bahas. Nda begitu banyak yg bisa sya kupas, hal ini mungkin karena kita nda begitu sering kontak dan karena kesibukan masing²,mungkin. Ssst..Keep silent!









Novan Dwiky Adimas. Pertama kami bertemu yakni saat kegiatan fm2gm, namun itu pun tak membuat kami lantas kenal mendalam, cukup tahu. Yang saya tahu dari cwo yg biasa disapa dengan Pa’de ini yakni sifat dominan yg terealisasi berupa total pada apa yang benar² ia sukai, jadi entah apapun itu kalo ia nyaman maka kontribusinya pun akan maksimal. Pa’de merupakan penyelamat sejenis superhero  bagi saya pribadi dari kepenatan luar biasa menghadapi wanita² yg aktifnya luar biasa di departeman ini, penyeimbang ketimpangan yang ada (1 : 6). Fotografer pribadi bagi PSDM dalam berbagai aktivitas dan kegiatan. Yang saya tahu Pa’de punya cita  jadi ahli Hidrologi, dan semoga nantinya bisa mengembangkan perusahaan air minum agar tak ada lagi istilah “eksploitasi air” dan kalo bisa mengalahkan keberadaan Aqua yg sudah mengakar ditanah pribumi ini, buatlah perusahaan pesaing utamanya, sejenis ARAI (Air Murni Asli Indonesia), agar rakyat mampu menikmati air asli dalam negeri hasil olah anak bangsa. (titip mimpi de’)  Be Hydrolog !










Alberta Shendy Lamandau. Kami dipertemukan disebuah kepanitiaan PEMIRA 2012, jadi sie KSK. Awalnya saya jga nda begitu akrab dengan cwe asli Sampit ini mungkin karena sifat kodratiyah yang melekat pada pribadi saya yg susah dirubah. Jadi selama kepanitiaan yia biasa-biasa aja, wajar dan natural. Kami akrab sejak masuk ke dalam keluarga super aneh ini, keluarga PSDM BEM KM FGE. Kesan awal yang saya pahami Shendy merupakan tipikal pekerja keras dan hal itu memang terbukti sampai saat ini, meskipun ia anak SIG-PJ yang sangat padat dengan jadwal praktikum namun ia aktif pula dalam berbagai kepanitiaan baik tingkat fakultas maupun universitas. Selain itu ia terkadang sangat keras dan perasa dalam beberapa hal, meskipun pada akhirnya akan meleleh jg dengan kegilaan kami. Namun apapun itu, ia tetap bagian dari keluarga ini. Ciri khas dari Shendy yakni ketika diminta buat berpendapat pasti bakalan keluar kalimat, “..yia intinya gtu deh mas, ak bingung neranginnya kayak gimana...”. Ia mempunyai angan nantinya mampu membangun sebuah sanggar tari, mungkin karena basic dirinya yg berjiwa seniman terutama seni tari. Saya rasa itu luar biasa, apalagi ditengah keresahan bangsa yg mulai kehilangan jati diri terutama dari bidang kesenian salah satunya tari, jadi jangan pernah berhenti untuk itu, kalau bisa jadilah penari sekaliber Didi Nini Towok agar nantinya mampu berseru pada dunia bahwa bangsa ini masih punya citra kebudayaan yang beragam. Semangat Shen!






Tria Febriana Seli. Kalau sama cwe yg satu ini saya udah tahu sejak lama, mungkin karena faktor Tria yg kenal Dita, jadi secara tidak langsung jga kenal sya, tapi sya tahu ketika kami sama² masuk JMG sebelum bergabung di BEM dan tentunya tahu yang sekadar tahu, lagi² masalah kodratiyah. Kesan pertama yg muncul yakni Tria itu diem, nda banyak omong, dan cukup care. Hal yg sampe saat ini masih jadi pengganjal yakni dia tipikal pedestrian sejati, itu yg terkadang bikin sya iri. Kalimat yang paling wajib keluar yakni, “..yaudah gil, ak yang salah..”, itu yg paling mengenang apalagi ditambah xpresinya yg pasrah kalah berdebat dg sya dalam berbagai hal tentunya. Sosok SekBen yg banyak bermasalah dan terkadang lupa bikin note hasil rapat, yia mungkin itu Tria yg saya tahu. Namun dibalik semua itu, Ia merupakan partner saya kala ada seminar, kuliah umum, atau apalah yg diisi oleh pembicara-pembicara nasional dan biasanya kami bertiga, Tria-Ara-sya, mungkin sebutan yg pas buat kami yakni Trio Seminar. Pokoknya tiap ada seminar pasti ada kami, apalagi kalau yg gratis. Cwe Lampung ini punya mimpi buat menghabisakan masa studinya di Kampus Biru ini, UGM, dan terbang ke Jepang. Yang sya tau dia pingin fokus dibidang Kepesisiran atau Perdesaan, smoga nantinya ilmu dan kefokusan.mu bsa membawa perbaikan. Salam Kopi!









Latifatul Khoiriyah. Awal sya kenal dengan cwe yang satu ini yakni saat kita dapet tugas kelompok bikin penjelasan secara menyeluruh ttg Filiphina di mata kuliah Georeg. Kenalnya pun seperti biasa, sekadar tau. Banyak tau tentang Yaya ini yia dari kisah teman yg ternyata kakak kelasnya waktu d SMA dulu. Kisahnya ttg bakat menulisnya yg udah nda diragukan lagi, dan emang itu bukan sekadar tong kosong atau berita bualan semata, buktinya ia dah punya buku yang dah diterbitin, meski isinya merupakan kumpulan tapi bagi kami itu sudah luar biasa, setidaknya ide alamiah buah karyanya sudah mendapat apresiasi. Secara keseluruhan Yaya merupakan cwe yg enak diajak kerjasama, tanggungjawab, dan yang paling bijak diantara kami (baca: PSDM’ers) mungkin karena pengaruh dari jiwanya yg udah terbentuk dengan untaian kalimat bijak yg keluar dari mulutnya disetiap kata dan kalimat. Satu kalimat yang paling memantik yakni menyoal status pribadi, “Bukan jomblo, melainkan independen”, sederhana tapi ngena, tegas dan penuh makna. Meskipun kuliah di Geografi, ia punya mimpi bisa jadi penulis sekaliber Tere Liye. Amin. Semoga nantinya melalui tulisan² itu mampu memberikan sebuah karya sastra yang menjadi masterpiece dan mampu menggubah paradigma pemuda Indonesia. Jadilah the next Tere Liye !


Kamis, 09 Agustus 2012

"Kebenaran terkadang dapat
disalahkan namun tak akan pernah
dikalahkan..." (Ummar bin Khatab)

Pengenalan Bentanglahan


 





 







M
enginjak semester kedua ini, kami mempunyai sebuah mata kuliah yang dikenal dengan Kuliah Kerja Lapangan 1 (KKL 1). Ini merupakan mata kuliah wajib yang ada di setiap semester genapnya. Diawal KKL ini kami mempunyai rute perjalanan yang cukup lumayan dengan 19 titik pengamatan tentunya. Inti pengamatannya pada Jawa bagian tengah, dan kegiatan ini dilakukan selama 4 hari. Banyak hal yang diperoleh selama kuliah lapangan ini, selain itu dengan kegiatan ini semakin memantapkan hati bagi mahasiswa geografi yang masih agak setengah hati untuk menimba kebumian. Dan satu kalimat yang semakin membakar para geograf muda ini yakni yang keluar dari ketua kelompok kami, Phiko Tegara, dengan logat Jakartanya secara spontan dia berucap, “dengan adanya KKL ini gue jadi ngerti bedanya geografi dan teknik, kalo teknik mereka hanya mengeksploitasi bumi sedangkan geografi pada observasi dan koservasi alamnya”. Yia itu memang sah² aja yang penting kesemuanya mengarah kepada perbaikan. Karena semua akan lebih baik kalau kita berbaur dengan mereka dan membuat sebuah kesinambungan pemanfaatan bumi, agar bumi ini tetap lestari. Dan ini beberapa titik lokasi pengamatan kami...



_Museum Sangiran, berisi informasi mengenai berbagai perkembangan manusia dan tentunya terdapat pula ratusan koleksi fosil didalamnya_








_Bledug Kuwu, sebuah fenomena alam yang sudah terjadi sejak jaman kerajaan Majapahit hingga kini masih mengeluarkan lumpur meski dengan intensitas yang berbeda_

_Lokasi Semburan_





_Karst yang ada di daerah Gunung Kidul, karena jumlahnya yang banyak sering dikenal dengan daerah seribu bukit_





_Penjelasan dari bapak ibu dosen, dengan latarbelakang Karst yang menawan_







_Museum Karst yana terdapat di Wonogiri, berisi berbagai info tentang Karst secara keseluruhan_
Great Museum!!!





_Intrusi Diorit yang terletak di zona antara tengah dan utara Jawa bagian tengah_






_Wonogiri, terkenal dengan salah satu waduk yang ada di Jawa Tengah, Waduk Gajah Mungkur, waduk yang dibuat oleh manusia pada rezim pak Soeharto_







_Solo di waktu malam, kawasan tempat berburu berbagi makanan khas dan tempat kongko muda mudi_







_Lembah Jono, penghasil garam yang diolah secara tradisional dengan mengandalkan kekuatan panas matahari_








_Kawasan Industri dapat berkembang di Semarang karena ditopang dengan adanya Pelabuhan Tanjung Emas_






_Rawa Pening, kawasan waduk alami yang terbentuk oleh aktivitas dua Gunung api, Ungaran dan Telomoyo, yang diperkirakan akan rata pada 100 taun mendatang bila terus terjadi sedimentasi dan pendangkalan_








_Bandungan, kaeasan yang sengaja dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan dan layanan jasa berupa penginapan_






_Taman Kyai Langgeng, obyek wisata andalan kabupaten Magelang_








Check out...Griphta Hotel, Kudus, Jawa Tengah !!!












Dan inilah kami,

 keluarga besar  FAKULTAS GEOGRAFI 2011 !














KKL 1, awal dari cita dan cinta kami... ^_^


Selasa, 07 Agustus 2012

"...tak ada musibah yang lebih besar dibandingkan dengan wafatnya Rasulullah SAW..."

Mahasiswa?



          Yia inilah kami, kaum yang kata orang pembawa perubahan, tulang punggung masa depan bangsa, generasi perbaikan, kaum muda yang penuh impian, sang pemimpi sejati, kaum terpelajar dan masih banyak yang lainnya. Mungkin itu tadi sekelumit mengenai mahasiswa, sosok manusia yang bisa dikatakan on the top. Krena disinilah puncak dari sebuah pembelajaran sebelum membaur dengan masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih real dan disinilah proses itu dimulai atau dirintis.
          Pembukaan diatas sebenarnya nda akan bersinambung dengan apa yang ingin saya bahas disini, yang sebenarnya hanya akan membahas berbagai aktivitas atau kebiasaan mahasiswa (dari aktivitas pribadi). Adapun berbagai kegiatan yang dilakukan  mahasiswa yang notabene sebagai anak rantau, hidup sebatang kara yang menempati ruang sempit ukuran 3x3.5m dengan fasilitas anak kosan yang serba apa adanya. Check this out!

Makan
Merupakan kegiatan rutinan, karena bahwasanya logika tanpa logistik tak akan pernah berjalan. Disini (baca: Jogja) pun banyak sekali tawaran tempat makan yang pastinya punya makanan dengan menu dan tentunya kelas yang berbeda. Dari berbagai tempat makan ada beberapa yang menjadi sarang mahasiswa dalam memenuhi logistiknya antara lain; Angkring Pak No, Angkring (Le Slamet) Cuprek, Lima Sekawan, R.M. Inyong dan Takana Sajo. Mungkin bisa sehari 3x seperti normalnya, atau lebih sering 2x dengan ketentuan dijamak salah satunya. Dan hal yang perlu menjadikan pegangan yakni, “makanlah apa adanya di hari² biasa, dan cukupkanlah gizi (makan enak) di hari² pertempuran atau masa² ujian.. hehee..

Belanja Bulanan
Rutinitas bulanan yang akan selalu dijalani tiap awal bulan, karena pada waktu itu merupakan saat² yang menggembirakan layaknya sebuah negara yang mampu mencapai sebuah swadaya pangan. Selain itu dengan menjalankan kegiatan ini dapat menjadikan kita sebagai manusia yang hemat, karena segala kebutuhan pokok dibeli dalam satu waktu secara terprogram, layaknya sebuah keluarga berencana yang harus mengikuti program KB yang ditawarkan oleh pemerintah. Be Discipline!

Mencuci
Sebagai mahasiswa sudah selayaknya adalah manusia yang sedang berproses menjadi manusia mandiri, dan dengan kegiatan ini pula dapat membentuk jiwa tersebut. Karena kita dituntut agar tetap menjaga kebersihan dan kerapian dalam berpakaian ditengah berbagai aktivitas yang kita jalani didalam dunia kampus. Mencuci menjadi kegiatan rutin tiap minggu yang biasanya di jalankan pada Jum’at pagi sebelum kuliah. Karena secara naluriah seorang laki² adalah ia yang mampu mencuci pakaiannya sendiri, no laundry!   Namun sayang hal ini banyak dilanggar oleh kaum hawa, sosok yang seharusnya malah lebih rajin menyoal kegiatan ini, mereka sebagian berkelit dengan alasan sibuk, tak ada waktu, atau mungkin jawaban paling aman yakni alergi deterjen. So Weird boi. Don’t try this at your kos.. ^.^

Buku
Hal wajib yang sebaiknya dijadikan kebiasaan, yakni membaca buku. Buku yang dibaca pun terserah karena sesuatu yang dipaksakan pasti hasilnya takkan baik. Buku ini sendiri dapat diperoleh dengan membelinya, One month One Book, atau agar lebih hemat dan memperbanayk bacaan bisa dilakukan dengan meminjamnya. Maka dari itu berteman dengan teman yang hobinya berburu buku akan sangat bermanfaat, yia setidaknya kita dapat mengikuti perkembangan atau update buku² terbaru. Jenisnya pun variasi mulai dari buku kuliah, biografi tokoh, novel bestseller  hingga novel  dengan kisah yang menginspirasi dan tak lupa menyoal nasionalisme.

Rapat
Masuk dalam lingkup BEM KM FGE ternyata tak selamanya membosankan, bahkan salah satu rutinitasnya yang berupa rapat tiap departemen menjadi salah satu sarana pembius pikiran yang terkadang buncah dengan berbagai materi kuliah + praktikumnya. Kebetulan disini saya bergabung di PSDM dan dipertemukan dengan orang² pilihan yang luar biasa. Mereka bahkan menjadi keluarga di tengah perantauan ini, tempat sharing berbagai hal dan teman sepermainan.

Nonton
Refreshing paling menyenangkan yang dilakukan tiap awal bulan atau pertengahan. Menikmati sajian film baik karya anak bangsa atau hasil import dari luar. Pelepas penat paling mujarab yang pernah ada. Dan tempat biasa yang lagi-lagi menjadi sarang mahasiswa berkumpul yakni Studio 21 @Amplaz atau Empire XXI. Namun, apabila dana yang tersedia sedang menyempit bisa diambil jalan pintas dengan menontonnya lewat laptop.

AAI (follow up)
Kegiatan keagamaan sebagai sarana benteng kita sebagai anak rantau yang jauh dari pengamatan orangtua. Tempat mengukuhkan ukuwah dan sharing tentang agama dan hal-hal yang berkaitan. Dilakukan dengan waktu yang fleksibel dan pada tempat-tempat yang nyaman. Disini pula sebagai sarana mendalami agama Islam ini yang begitu indah apabila kita mau menyelaminya.



Inilah gambaran aktivitas mahasiswa, namun demikian yang tetap harus menjadi prioritas adalah KULIAH!!!


Senin, 06 Agustus 2012

"Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran... Kalau pemerintah tak bertenaga kita yang jadi energinya, kalau pemerintah kebablasan kita yang jadi remnya... Itulah sosok Mahasiswa,."

Solo di Waktu Malam



          Senin, 9 Juli 2012. Tepatnya malam hari pukul 20.00 WIB, kami menginjakan kaki di kota Solo. Kota teramah keadua setelah Yogyakarta, itu hanya sedikit penilaian saya yang baru dua kali berkunjung. Kami berhenti di sebuah lahan kosong yang cukup luas, ternyata itu sengaja dimanfaatkan untuk tempat parkir baik kendaraan pribadi maupun bus. Lokasinya berada di tepat di depan Pusat Grosir Solo atau yang biasa dikenal dengan PGS. Tak jauh dari pusat kotanya yang berada di sepanjang jalan Slamet Riyadi.
          Mengamati kegiatan Solo diwaktu malam adalah sebuah pengalaman baru di kota yang juga mempunyai raja ini. Setelah keluar dari tempat parkir bus kami langsung disuguhi sebuah lapak-lapak pedagang makanan yang digelar sepanjang jalan, bahkan jalan itu di tutup khusus untuk kegiatan ini. Bukan sedang ada festival makanan atau apa melainkan ini merupakan kegiatan malam yang pasti ada di kota Solo. Langkah saya lanjutkan ke alun-alaun yang berada tak jauh dari tempat pusat makanan malam Solo. Awalnya saya pikir akan seramai alun-alun Jogja, namun setalah memasuki gerbang utama hanya hamparan lahan tanpa ada kehidupan manusia yang mengisi kehampaan tersebut. Lampu kuning pekat yang hanya menyala menerangi segelintir penjaja makanan mulai dari pedagang wedang jahe, wedang ronde, dan kerak telor selebihnya diisi kesunyian malam kota Solo. Mungkin ini karena belum waktunya libur anak sekolah sehingga tidak ada aktivitas berarti. Namun beberapa bulan yang lalu ketika saya mengunjungi alun-alun ini sangat berbeda, sesak akan manusia yang sedang ikut meramaikan kegiatan sekaten. Mungkin kesunyian malamlah yang saya dapat dari kota Solo untuk malam ini.

Solo Baru, Surakarta
"Mimpi tak hanya sekedar menjadi ini dan itu. Hal terpenting darinya adalah ia menjadi ruh dan motor bagi pemimpinya agar senantiasa bergerak dalam usaha, berharap dalam doa, bangun saat jatuh, dan bersujud syukur kala tercapai.Dan itu semua membutuhkan pasak tujuan yang jauh, baik, dan murni agar mimpi tak hanya menjadi buih"

Rabu, 01 Agustus 2012

Antara Hisab dan Rukyat

Hal ini yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan laten yang kemudian berkembang menjadi sebuah dilema yang secara langsung akan dirasakan oleh kaum muslimin. Maka kita sebagai kaum muda sudah saatnya memikirkan solusi apa yang dapat diambil untuk memecahkan mesalah yang cukup pelik yang akan terus melanda ibu pertiwi dalam menetukan baik awal Ramadhan atau Awal Syawal. Hal yang terus bergantian secara terus menerus tiap tahunnya. Sebagai kaum muslimain seharusnya kita amalu pada terjadinya perbedaan yang sangat tak masuk akal ini, kita yang akatnay umat yang satu, bahkan dalam menetukan sebuah tanggal 1 saja kita berbeda, sebuah anomali yang hampir buntu pemecahannya. Ini terjadi karena beberapa hal yang melatar belakanginya antara lain, Negeri kita ini yang mempunyai dua pegangan yang secara kebetulan hal ini dipegang pula oleh dua golongan besar yang berkembang dan ada, antara Muhammadiyah dan Nahdiyyin, serta pegangan bangsa kita yang memegang erat bahwasannya yang menjadi patokan negeri kita adalah bulan yang ada di kawasan Ibu pertiwi, dari Sabang-Merauke, sehingga kita terlihat menutup mata untuk hal ini yang sebenarnya dalam menetukan hal ini adalah urusan duniawi sehingga tak terlalu mengikat seperti apa yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad. Namun bila kita mampu dan mau untuk mebuka mata sebenarnya hal ini dapat teratasi, sayangnya ahl ini pulalah yang masih belum dimiliki para pemimpin kita. Jelasnya Nabi memang membenarkan kedua cara ini, namun secara duniawi ini adalah berakitan denga bulan dan perubahan masa ke masa pasti akan mempengaruhi hal ini, dan hal ini pun di perbolehkan Nabi yakni dengan menghitung apabila sekiranya ada beberapa hal yang mempengaruhi kemunculan bulan. Tulisan ini juga bukan berarti kami berpihak bahkan menyalahkan yang lain. Namun sejujurnya ini merupakan sebuah rasa kegelisahan yang muncul dari pribadi yang mungkin sampai saat ini hanya bisa memberikan masukan untuk peruibahan yang lebih baik melalui coretan-coretan ini. Namun saya pun tak pernah berhenti untuk selalu berusaha dan berdoa semoga kedepannya kami dapat ikut memperbaiki anomali bangsa dalam menetukan awal bulan Ramadha dan Syawal. Wallahu'alam..

@Masjid Mardiyah ,Yogyakarta

...pembukaan...

Bismillah,
Catatan ini merupakan sedikit rangkuman kajian pasca subuh. Seperti apa yang kita ketahui bahwasannya dalam sehari kita pasti akan membaca sebuah surat yang pasti akan kita ulang sebanyak 17 kali dalam sehari, bahkan di bulan Ramadhan ini yang teramat mulia bahkna kita bisa membacanya hingga 28 kali yang ditambah pada saat melaksanakan shalat Tarawih 11 rakaat. Dan pertanyaan besar pun muncul, "Apakah kita sudah memahami makna dari kandungan surat tersebut?"
Dan jawaban yang mungkin keluar dari mulut kebanyakan orang yakni, sedikit. Maka melalui tulisan ini saya ingin sedikit berbagi pemahaman yang saya tangkap. Sebelumnya, Al Fatihah sendiri mempunyai hampir 7 nama lainnya, yang dimana tiap nama punya makna dan kisahnya masing-masing.
Makna besar yang terkandungg berada pada dua kata, Ar Rahman dan Ar Rahim. Ar Rahman bermakna Maha Pengasih yang mempunyai pemahaman bahwasannya Allah adalah dzat yang memberikan segala kasihnya kepada semua umat manusia secara menyeluruh dari yang muslim hingga yang non-muslim, bukti sederhananya ada ketika tak hanya orang muslim yang diberikan berbagai nikmat duniawi melainkan pada orang yang non-muslim. Sedangkan, Ar Rahim yang bermakan Maha Penyayang, yang dalam penjabarannya bahwa Allah ta'ala memberikan cinta dan nikmat yang hakiki hanya pada kaum muslimin, sebuah karunia yang tak dirasakan oleh orang non-muslim salah satunya berupa karunia ketenangan batin. Sebuah ketenangan yang akan membawa raga pada langkah kebaikan dan itu hanya dikaruniakan pada kaum muslimin.
Proud be Moeslim!

@MPD (Masjid Pogung Dalangan)
Yogyakarta, 24 Juli 2012

Kabuma#4 - Berilmu sebelum beramal, Berilmu sebelum beramal,


Gambaran umum dari berilmu sebelum beramal yakni betapa pentingnya sebuah ilmu yang harus dimiliki kaum muslimin sebelum melakukan pengamalan. Terkadang kita melakukan sebuah amal dilakukan hanya karena itu merupakan sebuah tuntutan atau hal itu sudah menjadi kebiasaan semata. Maka memaknai ilmu dalam beramal merupakan hal yang perlu dan bahkan menjadi wajib bagi kaum muslimin.

"..peradaban yang rusak adalah sebuah peradaban yang dibangun hanya dengan materi semata.." (Ust. Ridwan Hamidi, Lc.)

@Maskam UGM
Yogyakarta, 23 Juli 2012

Vakum??

           Rabu, 1 Agustus 2012...sebuah lembaran baru diawal bulan, hari ini pun tepat menginjak pada 13 Ramadhan..

         Seketika saya pun teringat, sudah hampir 2 bulan ini saya tak pernah menyapa blog ini, bukan karena kesibukan yang terlalu padat, saya bahkan bukan menteri sekelas pak Dahlan Iskan yang punya beribu jadwal kunjungan, koordinasi sana sini, dan tentunya berbagai masalah negara yang menyangkut harkat hidup orang banyak yang harus diselesaikan.
         Ini lebih dikarenakan pada awal Juni, diisi dengan praktikum yang lumayan menyita waktu, meski cuma satu namun rangkain pencapaiannya yang cukup panjang, dilanjutkan dengan persiapan ujian yang tentunya juga tak selalu harus diisi dengan belajar terus menerus melainkan cukup melengkapi catatan dengan cara fotokopi teman satu matkul. Masuk awal Juli, bukan liburan yang diperoleh melainkan kewajiban kami sebagai mahasiswa semester genap yang harus mengikuti Kuliah Kerja Lapangan 1 (KKL-I), yang kami tempuh selama empat hari dengan rute perjalanan mengelilingi Jogja yang Istimewa dan sebagian Jawa Tengah. Setelahnya harus dituntut membuat laporan, ciri khas anak Sains, Praktikum-Laporan, sebuah kewajiban yang terlihat seperti beban tapi kami menikmatinya, meski terkadang lembur pun tak bisa dielakkan tapi nikmat kok! Pasca Laporan clear, kegiatan Ramadhan Di Kampus pun menjadi agenda berikutnya. Namun jangan salah selama kegiatan itu berlangsung, lebih kurangnya 10 hari, banyak tokoh nasional yang memberikan pemantik-pemantiknya baik dibidang agama, nasionalis, ekonomi, dan tentunya politik. Mulai dari pak Amien Rais-Tiffatul Sembiring-Din Syamsudin-Anis Mata-Dahlan Iskan-Ust. Syubkhi Al Bughuri- hingga Ibu Tri Mumpuni. Hingga akhirnya saya putuskan balik ke kota tercinta, Purbalingga Perwira, untuk menghabiskan sisa masa liburan akhir semester genap ini. Dan semoga setelahnya saya dapat mengisi blog ini dengan berbagai coretan buah karya pribadi. :D